Berita Viral Terkini

Ilmuwan Kembangkan Replika Pembuluh Darah untuk Prediksi Risiko Stroke yang Lebih Akurat

Bambang HandayaniPublished 25 Jul 2026 - 09.051 Reads
Bagikan WhatsAppX
Ilmuwan Kembangkan Replika Pembuluh Darah untuk Prediksi Risiko Stroke yang Lebih Akurat
Ilustrasi Kesehatan. Foto: Media Indonesia.
A-A+

Selama bertahun-tahun, dunia medis sering kali mengukur risiko strok seseorang hanya berdasarkan seberapa besar penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah mereka. Namun, metode konvensional ini kerap kali meleset karena mengabaikan keunikan anatomi setiap individu. Kini, sebuah terobosan teknologi mutakhir lahir dari kolaborasi para peneliti asal Australia dan China yang siap mengubah peta prediksi medis. Mereka berhasil menciptakan teknologi "arteri di atas chip" (artery on a chip) yang bertindak sebagai kembaran fisik dari pembuluh darah pasien untuk memproyeksikan risiko strok secara jauh lebih presisi dan personal.

Teknologi inovatif ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Cell Biomaterials. Berdasarkan laporan dari Australian Science Media Centre, inovasi ini membuktikan bahwa bentuk fisik pembuluh darah dan gangguan aliran darah lokal di area spesifik jauh lebih menentukan potensi terjadinya strok dibandingkan dengan persentase penyempitan pembuluh darah itu sendiri. Dengan kata lain, dua orang dengan tingkat penyempitan arteri yang sama persis bisa memiliki risiko strok yang sangat berbeda, tergantung pada bagaimana darah mengalir melalui lekukan unik pembuluh darah mereka masing-masing.

Also Read

Putri Ariani dan Pesona Kebaya Satukan Semangat Inklusi di Hari Anak Nasional

Untuk membuktikan konsep ini, tim peneliti merekonstruksi arteri karotis鈥攑embuluh darah utama di leher yang menyuplai darah ke otak鈥攄ari enam pasien yang memiliki tingkat keparahan penyakit berbeda. Melalui simulasi dinamika fluida komputasional, tim peneliti memodelkan pergerakan darah di dalam replika chip tersebut. Hasilnya mengejutkan, meskipun para pasien memiliki tingkat penyempitan pembuluh darah yang serupa, pola aliran darah lokal di dalam replika arteri mereka menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan secara visual dan mekanis.

Tidak berhenti di situ, para ilmuwan menguji respons biologis chip tersebut dengan menggunakan teknologi laser. Mereka membuat luka mikroskopis pada lapisan kolagen di bawah struktur arteri buatan tersebut untuk mensimulasikan cedera pembuluh darah yang sebenarnya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa proses pembentukan pembekuan darah atau trombosis terjadi dengan pola yang berbeda-beda pada setiap chip. Hal ini menegaskan bahwa geometri pembuluh darah yang unik secara langsung memengaruhi bagaimana darah membeku dan berpotensi menyumbat aliran ke otak.

Also Read

Kepungan Asap Karhutla Picu Lonjakan Kasus ISPA di Banjarbaru

Zhao Yunduo, peneliti utama dari Universitas Sydney, menjelaskan bahwa teknologi ini membuka gerbang baru bagi pengobatan yang dipersonalisasi. Melalui replika fisik ini, dokter di masa depan diharapkan dapat menguji efektivitas berbagai obat pencegah strok secara langsung pada model pembuluh darah pasien sebelum benar-benar meresepkannya. Saat ini, tim peneliti sedang melangkah ke tahap berikutnya dengan mulai merekrut pasien pascastrok guna memulai uji klinis yang lebih luas, membawa teknologi ini satu langkah lebih dekat ke ruang praktik dokter.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca