Berita Viral Terkini

Indonesia Raup Belasan Triliun Rupiah dari Penerbitan Panda Bond Perdana di Pasar China

Marthen PalutunganPublished 25 Jul 2026 - 09.550 Reads
Bagikan WhatsAppX
Indonesia Raup Belasan Triliun Rupiah dari Penerbitan Panda Bond Perdana di Pasar China
Ilustrasi Ekonomi. Foto: CNN Indonesia - Ekonomi.
A-A+

Langkah strategis diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam memperluas basis pembiayaan luar negerinya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) resmi menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Yuan China, yang populer dengan sebutan Panda Bond. Langkah perdana ini berhasil meraup dana segar sebesar 7 miliar yuan, atau jika dikonversikan setara dengan Rp18,5 triliun dengan asumsi kurs Rp2.647 per yuan. Diversifikasi portofolio utang ke pasar domestik China ini menandai babak baru dalam strategi pembiayaan negara.

Penerbitan instrumen utang ini dibagi ke dalam dua seri dengan jangka waktu yang berbeda, yakni tenor 3 tahun dan 5 tahun. Seri pertama yang berkode RICNY0729 memiliki nilai penerbitan sebesar 5,6 miliar yuan dengan tingkat kupon yang sangat kompetitif sebesar 1,90 persen, dan dijadwalkan jatuh tempo pada 30 Juli 2029. Sementara itu, seri kedua berkode RICNY0731 diterbitkan senilai 1,4 miliar yuan dengan kupon sebesar 2,19 persen yang akan jatuh tempo pada 30 Juli 2031. Kedua seri obligasi ini telah melewati proses penentuan harga (pricing) pada 23 Juli 2026 dan ditargetkan untuk setelmen pada 30 Juli 2026.

Also Read

Gaya Hidup Baru Tanpa Dompet berkat Perluasan Fitur QRIS

Kehadiran perdana Indonesia di pasar obligasi daratan China ini rupanya memicu antusiasme yang luar biasa dari para pemodal setempat. Berdasarkan data DJPPR Kemenkeu, total penawaran yang masuk atau peak orderbook sempat menyentuh angka sekitar 17 miliar yuan. Angka fantastis ini menghasilkan rasio kelebihan permintaan (bid-to-cover ratio) hingga 2,4 kali lipat dari target yang ditetapkan. Tingginya minat investor ini tidak hanya menunjukkan likuiditas pasar China yang melimpah, tetapi juga menjadi bukti nyata atas kepercayaan para pemegang modal terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Kepercayaan tersebut semakin diperkuat dengan diperolehnya peringkat tertinggi AAA dengan prospek stabil (Stable) untuk Panda Bonds ini dari lembaga pemeringkat kredit terkemuka di China, yaitu China Lianhe Credit Rating Co., Ltd. Dengan rating prima ini, pemerintah Indonesia mampu menekan biaya pendanaan secara efisien melalui penetapan tingkat imbal hasil atau yield yang sangat kompetitif. Seluruh dana bersih yang diperoleh dari penerbitan perdana surat utang ini nantinya akan dialokasikan sepenuhnya untuk menyokong dan memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Also Read

Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Setelah Sempat Anjlok Tajam

Kesuksesan transaksi bersejarah ini tentu tidak lepas dari peran sindikasi lembaga keuangan besar yang memfasilitasi proses penerbitan. Bank of China Limited ditunjuk sebagai Lead Underwriter sekaligus Lead Bookrunner. Selain itu, sejumlah institusi keuangan global seperti China International Capital Corporation Limited, CITIC Securities Co., Ltd., DBS Bank (China) Limited, dan Industrial and Commercial Bank of China Limited turut berkontribusi sebagai Joint Lead Underwriters dan Joint Bookrunners. Keberhasilan kolaborasi lintas negara ini membuktikan bahwa kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia diakui secara luas di kancah internasional.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca