PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), yang juga dikenal luas dengan nama InJourney, terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan industri pariwisata di Indonesia. Sebagai perusahaan induk atau holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pariwisata, InJourney berfokus pada penguatan daya tarik wisata nasional agar mampu memikat lebih banyak turis asing. Langkah strategis ini dilakukan melalui integrasi dan penguatan ekosistem pariwisata secara menyeluruh. Komitmen tersebut dipastikan langsung oleh Direktur Utama InJourney, Maya Watono, yang menekankan pentingnya sinergi dalam ekosistem pariwisata nasional untuk mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara.
Upaya penguatan ekosistem ini menjadi sangat krusial di tengah ketatnya persaingan industri pariwisata di tingkat regional. Maya Watono menjelaskan bahwa InJourney terus berupaya keras untuk memperkuat daya saing dan kualitas pariwisata dalam negeri. Hal ini bertujuan agar Indonesia mampu bersaing secara langsung dengan negara-negara di kawasan, seperti Singapura dan Thailand. Untuk menyaingi negara-negara tetangga tersebut, InJourney menerapkan berbagai strategi, di mana salah satunya adalah melalui kemudahan layanan konektivitas. Layanan konektivitas dari hulu ke hilir ini dinilai sebagai kunci utama untuk membawa wisatawan asing masuk ke dalam negeri dengan lebih mudah dan nyaman.
Dalam rangka menggerakkan sektor pariwisata dan menarik perhatian dunia, InJourney juga memberikan fokus khusus pada penyelenggaraan acara-acara berskala global. Salah satu even internasional yang menjadi fokus utama pengembangan InJourney sebagai penggerak sektor pariwisata adalah gelaran balap motor bergengsi, MotoGP. Ajang balap internasional ini diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, yang berlokasi di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemanfaatan even internasional seperti MotoGP di Indonesia ini diharapkan dapat menjadi pendorong ekonomi yang signifikan, baik bagi daerah setempat maupun bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.
Arab Saudi Pusing Tujuh Keliling Hadapi Houthi, Maju Kena-Mundur Kena

Pelaksanaan ajang sebesar MotoGP di Sirkuit Mandalika tentu membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memadai. Dalam hal ini, InJourney tidak hanya berfokus pada kesiapan infrastruktur sirkuit, tetapi juga sangat memperhatikan pemberdayaan masyarakat lokal. Perseroan secara aktif mendorong peran serta sumber daya manusia (SDM) lokal dalam perhelatan akbar tersebut. Tercatat, InJourney melibatkan sebanyak 3.000 orang tenaga kerja lokal untuk mendukung penuh pelaksanaan MotoGP di Lombok, NTB. Pelibatan ribuan SDM lokal ini merupakan bentuk nyata komitmen InJourney dalam memberikan dampak positif dan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan destinasi wisata.
Daya tarik gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika pada tahun 2026 dipastikan akan semakin kuat dengan kehadiran talenta balap kebanggaan Indonesia. Berdasarkan jadwal yang ada, pembalap nasional Veda Ega Pratama dan Mario Aji akan bertanding di ajang MotoGP 2026. Keikutsertaan Veda Ega Pratama dan Mario Aji di lintasan balap kelas dunia ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan yang luar biasa. Penampilan kedua pembalap Indonesia tersebut diyakini akan semakin memaksimalkan potensi ajang internasional ini sebagai pendorong ekonomi dan pariwisata, sejalan dengan visi InJourney untuk memajukan sektor pariwisata melalui even olahraga.
Pertamina NRE Resmi Luncurkan Bioethanol Development Center

Penjelasan mendalam mengenai strategi InJourney dalam memperkuat ekosistem pariwisata dan aviasi dari hulu ke hilir ini telah disampaikan secara terbuka kepada publik. Rincian strategi tersebut dibahas tuntas dalam sebuah dialog interaktif yang dipandu oleh pembawa acara Shafinaz Nachiar. Dialog tersebut menghadirkan Maya Watono selaku Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sebagai narasumber utama. Wawancara eksklusif ini ditayangkan secara langsung dalam program Closing Bell di saluran televisi CNBC Indonesia. Adapun program penyiaran yang membahas daya saing pariwisata Indonesia tersebut mengudara pada hari Jumat, 31 Juli 2026.






