Sebuah insiden penerbangan militer berimbas langsung pada aktivitas penerbangan sipil di Prefektur Okinawa, Jepang bagian selatan. Landasan pacu di Bandara Naha terpaksa ditutup sementara setelah satu unit jet tempur milik Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) mengalami kendala teknis saat mendarat. Peristiwa ini memicu gangguan operasional bagi penerbangan di wilayah tersebut.
Bagaimana kronologi insiden patah roda jet tempur di Bandara Naha?
Pada hari Selasa sekitar pukul 12.55 waktu setempat, sebuah jet tempur F-15 dari Pasukan Bela Diri Udara (ASDF) mendarat di Landasan Pacu B Bandara Naha. Sesaat setelah menyentuh tanah, jet tempur tersebut mengalami kerusakan pada roda pendaratan utama sebelah kiri yang patah, sehingga badan pesawat miring ke kiri dan lumpuh. Akibatnya, Landasan Pacu B yang baru beroperasi sejak Maret 2020 terpaksa ditutup selama kurang lebih empat jam.
Bagaimana dampak kejadian ini terhadap operasional penerbangan?
Bank Mandiri dan Garuda Indonesia Gelar GATF 2026 di Tujuh Kota

Landasan pacu Bandara Naha selama ini digunakan secara berdampingan oleh pesawat sipil dan armada SDF. Ketika insiden terjadi di Landasan Pacu B, kantor perwakilan bandara di bawah Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata segera mengalihkan seluruh pesawat penumpang ke Landasan Pacu A. Penutupan darurat ini secara langsung memicu rentetan penundaan pada jadwal keberangkatan dan kedatangan.
Dari mana jet tempur tersebut berasal dan apa misi yang dijalankannya?
Pesawat tempur F-15 ini bermarkas di Pangkalan Udara Naha yang lokasinya berdekatan dengan bandara. Jet tempur tersebut diketahui baru saja kembali dari misi pencegatan cepat (scramble) sebelum mendadak lumpuh di atas aspal. Pihak ASDF langsung menghubungi kantor perwakilan bandara sesaat setelah mendarat untuk memberikan peringatan mengenai masalah teknis yang terjadi selama proses pendaratan.
Bagaimana proses evakuasi pesawat dilakukan dan apakah terdapat korban?
HUT ke-81 RI, Tradisi Sedekah Bumi Blora Kumpulkan 15.540 Sega Berkat

Kementerian Transportasi memastikan tidak ada korban luka dalam insiden yang melibatkan jet tempur F-15 tersebut. Untuk memindahkan pesawat tempur berbobot berat itu dari landasan pacu, petugas harus menggunakan derek besar guna mengangkat badannya ke atas truk. Setelah evakuasi selesai, operasi penerbangan dapat dilanjutkan kembali.
Bagaimana tanggapan pemerintah daerah terhadap insiden ini?
Gubernur Okinawa, Denny Tamaki, langsung angkat bicara kepada wartawan mengenai insiden tersebut. Ia mendesak dilakukannya penyelidikan yang cepat guna mengetahui penyebab pasti insiden. Tamaki juga menuntut adanya langkah-langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.






