Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Internasional

Iran Peringatkan AS Terkait Tindakan Militer Baru, Ancam Serang Ladang Minyak Arab Saudi dan UEA

Yolanda TobanDiterbitkan 2 Agu 2026 - 08.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Iran Peringatkan AS Terkait Tindakan Militer Baru, Ancam Serang Ladang Minyak Arab Saudi dan UEA
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Iran secara resmi memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan tindakan militer baru terhadap wilayahnya. Peringatan tegas ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi melalui serangkaian pembicaraan telepon dengan sejumlah pejabat senior dari Turki, Pakistan, dan Arab Saudi pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Langkah komunikasi ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
Timur Tengah
. Melalui peringatan tersebut, Teheran menegaskan posisi mereka yang tidak akan tinggal diam apabila Amerika Serikat merealisasikan ancaman militernya.

Dalam rangkaian komunikasi telepon tersebut, Abbas Araqchi mengadakan pembicaraan mendalam dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir. Setelah menyelesaikan diskusi dengan kedua tokoh tersebut, Araqchi kemudian melanjutkan komunikasi diplomatiknya dengan berbicara kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan. Kepada para pejabat tinggi ini, Araqchi menegaskan kembali bahwa Iran telah bersiap sepenuhnya untuk merespons setiap bentuk tindakan militer yang mungkin diarahkan kepada mereka.

Selama percakapan berlangsung, Menteri Luar Negeri Iran tersebut secara khusus memperingatkan bahwa serangan apa pun yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel akan dibalas secara proporsional. Araqchi juga menekankan poin penting lainnya, yakni terkait posisi negara-negara di kawasan Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa jika terdapat keterlibatan negara-negara kawasan dalam aksi serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat maupun Israel, maka Iran akan memastikan pihak-pihak yang terlibat tersebut menerima balasan yang setimpal.

Peringatan lisan dari Kementerian Luar Negeri Iran ini juga diperkuat oleh ancaman keras yang disuarakan melalui Nournews, sebuah media yang diketahui berafiliasi erat dengan badan keamanan tertinggi di Iran. Media tersebut mempublikasikan sebuah ancaman spesifik yang secara langsung menargetkan infrastruktur energi di beberapa negara penghasil minyak dan gas di kawasan. Publikasi ini menambah eskalasi ketegangan mengingat posisi Nournews yang merepresentasikan kebijakan keamanan Teheran.

Baca Juga

Mengenal Bougainville, Calon Negara Baru di Dekat Indonesia yang Akan Merdeka pada 2030

Mengenal Bougainville, Calon Negara Baru di Dekat Indonesia yang Akan Merdeka pada 2030

Dalam publikasinya, Nournews menyatakan dengan jelas bahwa apabila Amerika Serikat menyerang infrastruktur energi milik Iran, maka Teheran akan membalas secara langsung. Balasan tersebut berupa serangan yang menargetkan ladang minyak utama yang berada di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Lebih lanjut, ancaman itu juga mencakup rencana untuk menyerang ladang gas yang berlokasi di Qatar dan Israel. Untuk mempertegas keseriusan dari peringatan tersebut, Nournews menuliskan sebuah pernyataan yang berbunyi, "semuanya akan dibakar hingga menjadi abu."

Rentetan peringatan dan ancaman dari pihak Iran ini muncul ke publik hanya beberapa jam setelah sebuah insiden keamanan dilaporkan terjadi di negara tetangga mereka, Kuwait. Pihak militer Kuwait mengumumkan secara resmi bahwa pasukan mereka telah berhasil menghancurkan sejumlah drone atau pesawat nirawak. Militer Kuwait menyebutkan bahwa drone-drone yang berhasil dicegat dan dihancurkan tersebut diluncurkan oleh Iran dan terdeteksi sedang mengarah ke sejumlah fasilitas vital yang berada di dalam wilayah Kuwait.

Sementara itu, di pihak Amerika Serikat, Presiden Donald Trump turut memberikan pernyataan resmi terkait dinamika konflik yang sedang berlangsung. Dalam sebuah rapat kabinet yang diselenggarakan di Camp David pada hari Jumat, Trump menyatakan bahwa dirinya masih percaya bahwa jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pemerintah Amerika Serikat masih mempertimbangkan opsi negosiasi sebagai salah satu cara untuk meredakan ketegangan dengan Iran.

Baca Juga

Ledakan Bom Rakitan di Dekat Restoran Mewah Moskow Tewaskan Tiga Orang

Ledakan Bom Rakitan di Dekat Restoran Mewah Moskow Tewaskan Tiga Orang

Untuk mendukung upaya penyelesaian diplomatik tersebut, Presiden Donald Trump mengidentifikasi beberapa tokoh kunci yang saat ini terlibat aktif dalam proses diplomasi Amerika Serikat. Tokoh-tokoh yang disebut oleh Trump meliputi menantunya Jared Kushner, utusan khusus Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Kehadiran nama-nama ini menunjukkan jajaran pejabat yang ditugaskan untuk menangani urusan luar negeri terkait situasi di Timur Tengah.

Meskipun masih membuka ruang untuk negosiasi diplomatik, Presiden Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa kepercayaannya terhadap Iran kini telah berkurang. Menurut pernyataan Trump, hal ini disebabkan karena Iran terlalu sering mengingkari janji. Berangkat dari ketidakpercayaan tersebut, Trump tetap memperingatkan bahwa dirinya selalu berada dalam posisi siap untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran apabila situasi di lapangan menuntut langkah tegas dari Amerika Serikat.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatArab SaudiIranTimur TengahUni Emirat Arab

Berita Terbaru Lainnya

Daftar 13 Kereta Api dari Stasiun Gambir yang Berhenti di Stasiun Jatinegara Imbas Acara di MonasMengenal Bougainville, Calon Negara Baru di Dekat Indonesia yang Akan Merdeka pada 2030Ledakan Bom Rakitan di Dekat Restoran Mewah Moskow Tewaskan Tiga OrangRyan McAidoo Curi Perhatian Enzo Maresca di Laga Pramusim Manchester City vs Inter MilanPolda Metro Jaya Agendakan Pemeriksaan Vicky Prasetyo Terkait Dua Laporan Dugaan PenipuanDilema Berbagi Lokasi dengan Pasangan, Antara Rasa Aman dan PrivasiJadwal Tayang House of the Dragon Season 3 Episode 7 dan Bocoran CeritaDaftar Film Baru dan Promo Bioskop Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap