Sore hari di tepian Sungai Babakan, Desa Sutamaja, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi gempar. Seorang warga bernama Sukarno yang sedang beraktivitas mencari rumput di sekitar area tersebut tidak pernah menyangka akan menjadi saksi pertama dari sebuah misteri yang belum terpecahkan. Di bawah bayang-bayang jembatan tol yang melintang di atas sungai, langkah kakinya terhenti oleh sebuah pemandangan yang tidak biasa dan mengerikan pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Sukarno yang awalnya hanya fokus mencari pakan ternak justru menemukan sesosok jasad manusia yang terbenam di dalam lumpur sungai.
Di tengah lumpur pekat yang mulai mengering di aliran sungai tersebut, tergeletak sesosok tubuh manusia dalam posisi terlentang. Kondisi jasad pria itu sudah mulai membengkak dan hampir seluruh bagian tubuhnya diselimuti oleh lumpur tebal yang menyulitkan pengenalan awal. Kepala jasad tersebut menghadap ke arah utara, sebagian besar terbenam di dalam endapan sungai yang kotor. Penemuan mengejutkan ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib, yang kemudian bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi bersama warga setempat yang mulai berdatangan ke area jembatan tol tersebut.
Langkah Senyap Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Menuju Sel Tahanan KPK

Aparat kepolisian dari Polsek Kersana segera mengamankan tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad tersebut ke kamar jenazah RSUD Brebes guna pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kersana, Aiptu Hery Sukamto, menjelaskan bahwa korban diperkirakan berusia sekitar 40 tahun dengan ciri-ciri fisik berambut ikal dan berkulit sawo matang. Saat pertama kali ditemukan, pria malang tersebut masih mengenakan kaus berwarna biru dongker serta celana panjang, meskipun seluruh pakaiannya telah dikotori oleh sisa-sisa lumpur sungai yang pekat dan mengering.
Identitas pria ini masih menjadi tanda tanya besar bagi petugas karena tidak ditemukannya kartu identitas di sekitar lokasi kejadian. Namun, polisi menemukan petunjuk visual yang sangat mencolok pada tubuh korban berupa sejumlah seni rajah tubuh atau tato setelah jasadnya dibersihkan dari timbunan lumpur. Pada bagian dada kanan, terdapat gambar sesosok perempuan tanpa busana yang disertai dengan tulisan bertuliskan "JABLAY". Sementara itu, di bagian dada sebelah kiri terukir gambar bunga, ditambah dengan rajah tato lainnya yang menghiasi kedua lengan tangan serta paha sebelah kiri korban.
Kasus Alphard Terobos Lampu Merah Tetap Diusut Meski Sopir dan Satpam Sepakat Damai

Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan ringan, pihak kepolisian memperkirakan bahwa pria bertato tersebut telah mengembuskan napas terakhirnya sekitar satu hari sebelum ditemukan oleh Sukarno. Meski demikian, penyebab pasti kematian korban hingga kini masih diselimuti misteri karena penyelidikan mendalam masih terus berjalan. Aparat kepolisian terus berupaya mengungkap identitas asli pria tersebut serta mencari tahu apakah ada unsur kekerasan atau tindak pidana di balik kematian tragis yang mengakhiri hidupnya di dasar aliran Sungai Babakan.






