Pasar saham Korea Selatan tengah menghadapi tekanan berat setelah kapitalisasi pasarnya merosot tajam dalam beberapa waktu terakhir. Sekitar US$1 triliun atau setara dengan Rp18.076 triliun nilai kapitalisasi pasar saham di bursa negara tersebut menguap sejak indeks Kospi mencapai titik puncaknya pada bulan Juni lalu. Dengan penyusutan yang signifikan ini, nilai pasar saham Korea Selatan secara keseluruhan saat ini berada di kisaran US$4 triliun.
Kemerosotan ini terutama didorong oleh koreksi tajam pada indeks acuan serta saham-saham teknologi raksasa. Sejak mencapai puncak pada bulan Juni, indeks Kospi terpantau merosot hingga 25%. Dua raksasa teknologi asal Korea Selatan, yakni Samsung dan SK Hynix, turut merasakan dampak terberat dengan nilai pasar masing-masing yang terpangkas lebih dari 30% sejak periode puncak tersebut. Kendati mengalami penurunan yang cukup dalam belakangan ini, indeks Kospi secara keseluruhan masih mencatatkan kenaikan sebesar 62% sepanjang tahun berjalan.








