Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Kapitalisasi Pasar Saham Korea Selatan Menyusut Rp18.076 Triliun Seiring Koreksi Sektor Teknologi

Yolanda TobanDiterbitkan 30 Jul 2026 - 07.26 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kapitalisasi Pasar Saham Korea Selatan Menyusut Rp18.076 Triliun Seiring Koreksi Sektor Teknologi
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pasar saham Korea Selatan tengah menghadapi tekanan berat setelah kapitalisasi pasarnya merosot tajam dalam beberapa waktu terakhir. Sekitar US$1 triliun atau setara dengan Rp18.076 triliun nilai kapitalisasi pasar saham di bursa negara tersebut menguap sejak indeks Kospi mencapai titik puncaknya pada bulan Juni lalu. Dengan penyusutan yang signifikan ini, nilai pasar saham Korea Selatan secara keseluruhan saat ini berada di kisaran US$4 triliun.

Kemerosotan ini terutama didorong oleh koreksi tajam pada indeks acuan serta saham-saham teknologi raksasa. Sejak mencapai puncak pada bulan Juni, indeks Kospi terpantau merosot hingga 25%. Dua raksasa teknologi asal Korea Selatan, yakni Samsung dan SK Hynix, turut merasakan dampak terberat dengan nilai pasar masing-masing yang terpangkas lebih dari 30% sejak periode puncak tersebut. Kendati mengalami penurunan yang cukup dalam belakangan ini, indeks Kospi secara keseluruhan masih mencatatkan kenaikan sebesar 62% sepanjang tahun berjalan.

Pemicu utama dari koreksi ini adalah munculnya sentimen negatif terkait prospek permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI). Sentimen tersebut memicu kejatuhan indeks Kospi hingga hampir 9% pada hari Senin pekan lalu. Dampak dari sentimen negatif ini tidak berhenti di pasar domestik, melainkan turut merembet ke bursa Wall Street di Amerika Serikat, di mana saham SK Hynix yang tercatat di bursa AS anjlok sebesar 9,3%.

Baca Juga

Pakai Ganjil-Genap, Pertamina Sebut Antrean di SPBU Makassar Mulai Melandai

Pakai Ganjil-Genap, Pertamina Sebut Antrean di SPBU Makassar Mulai Melandai

Perkembangan ini memperlihatkan eratnya hubungan antara bursa Korea Selatan dengan pergerakan saham teknologi global saat ini. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Bloomberg, korelasi 60 hari antara indeks Kospi dan Nasdaq 100 kini telah meningkat ke angka 0,46. Angka korelasi ini tergolong tinggi karena hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan rata-rata korelasi lima tahun terakhir yang hanya sebesar 0,16. Chief Investment Officer Tigress Financial Partners, Ivan Feinseth, menilai bahwa Korea Selatan saat ini telah menjadi bagian dari ekosistem volatilitas yang sama dengan Nasdaq serta Philadelphia Semiconductor Index (SOX). Bahkan, sensitivitas indeks Nasdaq 100 terhadap pergerakan turun Kospi sempat menyentuh tingkat tertingginya sejak tahun 1990 pada 7 Juli lalu.

Kondisi tersebut membuat para pelaku pasar global memberikan perhatian lebih besar pada pergerakan bursa Korea Selatan. Manajer portofolio PineBridge Investments, Hani Redha, mengungkapkan bahwa para investor kini tidak dapat lagi mengabaikan pasar Korea Selatan apabila ingin membaca arah pergerakan perdagangan saham AI. Di sisi lain, Andrew Jackson dari Ortus Advisors untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade terakhir mulai memasukkan grafik pergerakan Kospi sebagai indikator yang ia pantau secara rutin. Hal senada diungkapkan oleh Herald van der Linde dari HSBC Holdings Plc, yang menyebutkan bahwa topik mengenai pasar Korea Selatan kini menjadi pembahasan di hampir semua pertemuan investor.

Baca Juga

17 Tahun Indonesia Eximbank (LPEI) Dorong Ekspor Nasional

17 Tahun Indonesia Eximbank (LPEI) Dorong Ekspor Nasional

Tingginya perhatian global juga dirasakan di tingkat korporasi investasi besar. Tai Hui selaku Chief Asia Market Strategist di JPMorgan Asset Management mengaku bahwa dirinya baru pada tahun ini mulai mempresentasikan kondisi pasar Korea Selatan kepada tim globalnya, sebuah langkah yang baru pertama kali dilakukan dalam 14 tahun terakhir. Di tengah tingginya volatilitas ini, pemerintah Korea Selatan mengambil langkah dengan menghentikan sementara penerbitan produk ETF leverage yang berbasis saham tunggal guna meredam spekulasi dan volatilitas pasar. Terkait hal tersebut, Chisa Kobayashi dari UBS SuMi TRUST Wealth Management mengingatkan bahwa dominasi pasar yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan leverage sering kali membuat pergerakan harga saham menyimpang jauh dari fundamental perusahaan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pasar SahamKecerdasan BuatanKOSPIBursa Korea SelatanSaham TeknologiSamsung

Berita Terbaru Lainnya

Hantaman Ombak Diduga Picu Kapal Virgo Transport 8 Miring dan TenggelamHasil Serie A, Napoli vs Bologna 1-0, Gol Stanislav Lobotka Jadi Penentu Kemenangan PartenopeiStandar Pendapatan Dokter, Perlukah? Menguji Usulan IDI di Tengah KetimpanganBertumbuh Bersama Murid, Penerapan Pola Pikir Berkembang dan Pembelajaran Bermakna di SekolahWacana CFD Sabtu di Jakarta Tuai Ragam Komentar WargaPolda Kalsel Buka Layanan Identifikasi Korban Kapal Virgo TransportPakai Ganjil-Genap, Pertamina Sebut Antrean di SPBU Makassar Mulai Melandai17 Tahun Berdiri, LPEI Perkuat Peran 'Policy Bank' Dukung Ekspor Nasional

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap