Wacana penambahan hari pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day/CFD) menjadi dua kali sepekan di Jakarta memicu respons beragam dari masyarakat. Gagasan menggelar CFD pada Sabtu dan Minggu tersebut kini tengah dimatangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Usulan perluasan hari bebas kendaraan ini sebelumnya diajukan oleh Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pihaknya masih melakukan kajian mendalam sebelum mengambil kebijakan final. Keputusan mengenai wacana tersebut rencananya diumumkan dalam waktu dekat.
Pramono menegaskan, apabila CFD hari Sabtu diterapkan, pelaksanaannya tidak bisa digelar serentak di dua koridor utama, yaitu Jalan Sudirman-Thamrin dan Jalan Rasuna Said. Pembatasan harus dilakukan pada salah satu lokasi agar tidak melumpuhkan aktivitas ekonomi.
"Tentunya nggak bisa dua-duanya, harus salah satu. Karena kami juga nggak ingin kantor-kantor yang masuk, kemudian juga hotel, pertokoan terganggu," ujar Pramono terkait pertimbangan teknis pelaksanaan.
Ratusan Orang Ditangkap terkait Kebakaran Hutan, Motifnya Tak Terduga

Dukungan dan Catatan Warga
Di kalangan masyarakat, rencana ini memunculkan pandangan yang bervariasi. Sejumlah warga menyambut baik penambahan jadwal tersebut sebagai opsi baru untuk berolahraga dan rekreasi ruang terbuka.
Finska, warga Jakarta Pusat, menilai keberadaan CFD pada hari Sabtu bisa mengakomodasi warga yang tetap harus bekerja pada hari Minggu. Selain itu, penambahan hari diyakini dapat mengurai penumpukan massa yang kerap memadati koridor Sudirman-Thamrin setiap akhir pekan.
Hal senada diungkapkan Ranti, warga Jakarta Timur, yang memandang kebijakan ini memperkaya alternatif aktivitas warga ibu kota. Sementara itu, Titin Adriani, warga Pulogadung, menilai langkah ini berpotensi menekan polusi udara dan kemacetan, meski ia menyarankan agar durasi CFD pada hari Sabtu dibuat lebih singkat dibandingkan jadwal hari Minggu.
Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Legislator Ingatkan Sosialisasi

Kekhawatiran Gangguan Mobilitas
Meski banyak yang mendukung, penolakan juga disuarakan sebagian warga. Apri, warga Jakarta Selatan, mengaku tidak sepakat dengan wacana penutupan jalan pada hari Sabtu.
Menurut Apri, hari Sabtu masih menjadi hari kerja aktif bagi sebagian kalangan dan waktu mobilitas tinggi bagi urusan logistik maupun keperluan pribadi. Penutupan jalan utama pada hari tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan warga serta memicu penumpukan arus lalu lintas di jalur-jalur alternatif sekitar kawasan CFD.






