Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian meluas hingga mendekati tepi Jalan Raya Malang-Lumajang di sekitar Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Akibat kondisi tersebut, akses jalur darat yang menghubungkan Desa Ngadas di Malang menuju Desa Ranupane di Kabupaten Lumajang resmi ditutup sementara bagi masyarakat umum. Penutupan akses dilakukan guna menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus memprioritaskan pergerakan kendaraan pemadam kebakaran yang tengah beroperasi di lokasi.
Saya Percaya Masih Akan Bertemu Arbas, Pencarian Hari Ketiga di Perairan Selat Sunda

Pergerakan Api dan Jalur Evakuasi
Kobaran api awalnya terpantau sejak Kamis (10/9) sore di Savana Pengol, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Hembusan angin kencang pada Sabtu (12/9) sore mempercepat perambatan api ke arah barat, melintasi kawasan Bukit Teletubbies, Gunung Kursi, Blok Watangan, dan Blok Watu Gede, hingga mendekati area hutan Pos Jemplang di sebelah selatan Bromo Hillside.
Operasi pemadaman di lapangan melibatkan pasokan armada truk tangki air dari Polres Malang, Pemkab Malang, PT Pindad, hingga PT Bentoel. Petugas dan relawan berupaya mengendalikan kobaran dengan memadukan penyemprotan selang hidran portabel, alat semprot elektrik, penyiraman manual, serta pembuatan sekat bakar menggunakan dahan pohon untuk memutus rambatan api.
Penumpang KM Virgo Selamat, Tak Ada Alarm, Kapal Miring Cepat Lalu Tenggelam

Seiring eskalasi kebakaran tersebut, Balai Besar TNBTS telah menutup total seluruh aktivitas wisata di Gunung Bromo. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menetapkan penutupan kawasan wisata terhitung sejak Sabtu (12/9/2026) melalui surat pengumuman bernomor PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.






