Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Hukum

Kejagung Periksa Tujuh Perusahaan Terkait Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Yolanda TobanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 00.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kejagung Periksa Tujuh Perusahaan Terkait Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melakukan langkah hukum dalam penanganan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus, atau yang sering disebut eks JAM Pidsus, Febrie Adriansyah. Pada hari Kamis, 30 Juli 2026, lembaga penegak hukum tersebut melaksanakan agenda pemeriksaan terhadap sejumlah entitas bisnis. Terdapat tujuh perusahaan yang diduga kuat telah menggunakan jasa penanganan perkara di lingkup Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
). Langkah pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya penyidik Kejaksaan Agung untuk menindaklanjuti dan mengembangkan perkara dugaan tindak pidana pencucian uang yang sedang berjalan.

Pemeriksaan terhadap ketujuh perusahaan tersebut dikonfirmasi secara langsung oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung, Rudi Margono. Saat memberikan keterangan di gedung Kejaksaan Agung pada Kamis (30/7/2026), Rudi Margono menjelaskan bahwa pemanggilan dan permintaan keterangan dari perusahaan-perusahaan tersebut merupakan tindak lanjut dari penanganan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang sebelumnya telah menjerat nama eks JAM Pidsus Febrie Adriansyah. Penelusuran terhadap perusahaan-perusahaan ini dilakukan karena adanya dugaan kuat bahwa mereka memanfaatkan jasa yang berkaitan dengan penanganan perkara yang ada di lingkungan Jampidsus.

Dalam proses penegakan hukum ini, pihak Kejaksaan Agung telah merilis daftar tujuh perusahaan dan lembaga yang berstatus sebagai pihak terperiksa. Ketujuh entitas yang dimintai keterangan oleh penyidik tersebut meliputi PT Waskita Beton, PT Argo Jaya, PT Inti Sumber Baja Sakti, serta PT Perwira Aditama Sejati. Selain itu, pemeriksaan juga menyasar PT Jasa Marga, PT Bandung Indah Gemilang, hingga Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, yang kerap dikenal dengan singkatan LPEI. Menurut penjelasan Rudi Margono, entitas-entitas bisnis dan lembaga tersebut diduga kuat telah menggunakan jasa hukum yang memiliki keterkaitan dengan peran dari tersangka Don Ritto beserta kawan-kawannya.

Baca Juga

Kejagung Titipkan Saksi Ferry Hongkiriwang ke LPSK Terkait Kasus TPPU Mantan Jampidsus

Kejagung Titipkan Saksi Ferry Hongkiriwang ke LPSK Terkait Kasus TPPU Mantan Jampidsus

Selain memfokuskan pemeriksaan pada perwakilan dari ketujuh perusahaan dan lembaga tersebut, tim penyidik Kejaksaan Agung juga terus memperluas cakupan penggalian informasi dengan memanggil saksi-saksi lain. Rudi Margono menambahkan bahwa pada hari yang sama, yakni Kamis, 30 Juli 2026, Kejaksaan Agung secara total telah melakukan pemeriksaan terhadap 24 orang saksi. Pemeriksaan terhadap puluhan orang saksi ini merupakan langkah pengembangan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang tengah diusut. Para saksi tersebut dimintai keterangan guna melengkapi berkas perkara dan memperjelas konstruksi hukum dari kasus yang melibatkan tersangka Don Ritto dan eks JAM Pidsus Febrie Adriansyah.

Dari keseluruhan 24 orang saksi yang menjalani agenda pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Agung pada hari Kamis tersebut, terdapat nama-nama tokoh pengusaha yang turut dimintai keterangan. Dua orang saksi di antaranya adalah konglomerat di sektor properti, Tan Kian, serta seorang pengusaha bernama Ferry Hongkiriwang, yang juga dikenal dengan sebutan Ferry 'Boboho' Hongkiriwang. Pemanggilan terhadap Tan Kian dan Ferry Hongkiriwang ini telah dibenarkan oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung, Rudi Margono, ketika memberikan konfirmasi kepada awak media di gedung Kejagung. Kehadiran para saksi ini diharapkan dapat memberikan titik terang bagi penyidik dalam menuntaskan perkara dugaan pencucian uang tersebut.

Baca Juga

Bea Cukai Pangkalan Bun Catat Penerimaan Negara Rp1,74 Triliun dari Ekspor Sawit

Bea Cukai Pangkalan Bun Catat Penerimaan Negara Rp1,74 Triliun dari Ekspor Sawit

Langkah tegas yang diambil oleh Kejaksaan Agung melalui rangkaian pemeriksaan ini menunjukkan komitmen institusi dalam mengusut tuntas setiap pihak yang diduga terlibat. Proses hukum terhadap ketujuh perusahaan, tersangka Don Ritto, serta puluhan saksi lainnya masih terus berjalan di bawah pengawasan ketat. Kejaksaan Agung berupaya memastikan bahwa seluruh proses penyidikan terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang yang melibatkan eks JAM Pidsus Febrie Adriansyah dapat diselesaikan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kejaksaan AgungFebrie AdriansyahTPPUJampidsusRudi MargonoDon Ritto

Berita Terbaru Lainnya

WN Amerika Promosikan Lahan 54 Are di Kintamani, Imigrasi Denpasar Layangkan PemanggilanRespons Prabowo soal Calon Gubernur BI Pengganti Perry WarjiyoKemenperin Siapkan Dashboard War Room untuk Cegah Penutupan Pabrik ManufakturKemkomdigi Dorong Peningkatan Kapasitas Digital Perempuan Pelaku UMKM Lewat She-ConnectsRamalan Shio Jumat 31 Juli 2026, Dinamika Energi bagi Monyet, Ayam, Anjing, dan BabiIndonesia Inisiasi Diskusi Ketahanan Desa ASEAN di Sela ACDM ke-48Bank Danamon Cetak Laba Bersih Rp2,4 Triliun pada Semester I-2026Kepala Daerah Minta Pemerintah Hentikan Pemotongan Anggaran pada 2027

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap