Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air harian. Di Dusun Kemesu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, sejumlah warga harus merelakan hewan ternak mereka dijual agar bisa membeli pasokan air bersih. Krisis air ini mulai berdampak pada masyarakat setempat sejak berakhirnya musim penghujan pada April 2026.
Wilayah Dusun Kemesu saat ini dihuni oleh sedikitnya 68 kepala keluarga. Secara keseluruhan, terdapat 239 jiwa di area tersebut yang terdampak langsung oleh kekeringan. Kapanewon Rongkop sendiri merupakan kawasan karst yang memiliki karakteristik minim air permukaan. Karena tidak tersedianya aliran sungai maupun sumber air tanah, warga sangat bergantung pada pasokan air dari luar. Masalah krisis air bersih ini merupakan kendala yang terus dihadapi oleh warga Kemesu setiap musim kemarau sejak tahun 2012.








