Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Nasional

Kemarau Panjang Singkap Kampung yang Tenggelam di Bendungan Karian

Togar SiregarDiterbitkan 28 Jul 2026 - 05.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemarau Panjang Singkap Kampung yang Tenggelam di Bendungan Karian
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Musim kemarau yang melanda wilayah Indonesia berdampak langsung pada kondisi air di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak. Debit air di bendungan tersebut mengalami penyusutan akibat kemarau panjang. Turunnya permukaan air ini menyingkap kembali sebuah kampung yang sebelumnya telah ditenggelamkan. Bangunan-bangunan sisa permukiman warga yang sudah bertahun-tahun terendam kini terlihat jelas di permukaan. Berdasarkan catatan, kampung yang berada di area genangan ini baru muncul untuk pertama kalinya sejak tahun 2023. Kawasan yang dulunya merupakan permukiman padat penduduk tersebut kini menampakkan tembok-tembok rumah yang sudah tidak lagi beratap.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
Fenomena kemunculan kembali bangunan rumah yang telah ditinggalkan ini terjadi karena air di waduk menyusut sekitar lima persen. Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS Cidanau Ciujung Cidurian (C3), Maretha Ayu Kusumawati, pada Senin, 27 Juli 2026, menjelaskan bahwa elevasi air saat ini mengalami penurunan sekitar 80 sentimeter dari batas muka air normal. Maretha memaparkan bahwa pada kondisi muka air banjir atau MAB waduk, sebagian rumah akan tenggelam akibat adanya perbedaan tinggi dengan muka air normal yang mencapai sekitar 3,35 meter. Lokasi permukiman yang terlihat berada di ujung genangan, tepatnya di wilayah hulu yang mencakup Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira.

Utuhnya struktur tembok di kawasan bekas permukiman tersebut bukan tanpa alasan. Saat proses penenggelaman area waduk dilakukan, bangunan-bangunan milik warga yang terdampak memang tidak dihancurkan. Maretha menegaskan bahwa meskipun seluruh area genangan telah dibebaskan, pihak berwenang tidak melakukan pembongkaran atau demolish terhadap seluruh bangunan yang ada di lokasi tersebut. Tim konstruksi pada saat itu hanya melakukan proses pembersihan atau clearing yang difokuskan semata-mata pada tanaman yang tumbuh di area waduk. Hal inilah yang membuat sisa-sisa peradaban di permukiman padat tersebut tetap bertahan dan kini bisa disaksikan kembali saat debit air menurun drastis akibat kemarau ekstrem.

Baca Juga

Enam Dokter Internship Meninggal sejak Februari 2026, Perlindungan Tenaga Kesehatan Disorot

Enam Dokter Internship Meninggal sejak Februari 2026, Perlindungan Tenaga Kesehatan Disorot

Meski terjadi penyusutan debit air yang cukup signifikan hingga memunculkan kembali bangunan desa yang tenggelam, fungsi utama bendungan tetap berjalan optimal. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Dedi Yudha Lesmana, memastikan bahwa kondisi air waduk masih dalam batas aman untuk memenuhi kebutuhan irigasi di wilayah sekitar. Menurut Dedi, bendungan tersebut masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mengirimkan air demi keperluan pengairan lahan pertanian. Apabila wilayah hilir membutuhkan pasokan air yang lebih banyak, kebutuhan tersebut masih dapat dikeluarkan dan dipenuhi langsung dari Bendungan Karian.

Mencuatnya kembali kampung-kampung lama di Bendungan Karian menghadirkan ruang bagi warga setempat untuk bernostalgia. Dedi Yudha Lesmana menuturkan bahwa biasanya hanya sebagian kecil bangunan yang terlihat di kawasan bekas Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, namun kemarau ekstrem kali ini membuat bangunan terlihat sangat jelas. Hal senada diungkapkan oleh Odon, salah satu warga yang dahulu tinggal di area waduk. Menurut Odon, pada saat air tinggi, biasanya hanya bagian atap masjid yang tampak dari kejauhan. Kini, banyak rumah warga yang timbul dan terlihat dengan jelas seiring surutnya air waduk. Beberapa wilayah yang kembali terlihat di antaranya adalah Kampung Susukan, area Karian, hingga sebagian wilayah Somang dan Sukarame di Desa Sukajaya.

Baca Juga

Kemarau Buat Air Bendungan Karian Surut, Bekas Permukiman Warga di Lebak Muncul Lagi

Kemarau Buat Air Bendungan Karian Surut, Bekas Permukiman Warga di Lebak Muncul Lagi

Odon sendiri sebelumnya menetap di Kampung Bolang, sebuah area yang posisinya berada tepat di tengah-tengah waduk. Walaupun rumah lamanya saat ini masih belum tampak di permukaan, ia sempat berkunjung ke area waduk yang surut pada dua pekan lalu semata-mata untuk mengenang tanah kelahirannya. Odon dan banyak warga terdampak lainnya ternyata tidak pindah terlalu jauh dari lokasi hunian lama mereka. Sebagian besar warga memilih untuk membeli rumah baru yang letaknya masih berada di dekat Bendungan Karian. Kedekatan jarak ini memudahkan mereka untuk kembali menengok kampung halaman yang kini telah berubah wujud.

Untuk menyusuri area waduk dan melihat lebih dekat sisa-sisa rumah mereka, warga sekitar menggunakan berbagai cara. Odon menjelaskan bahwa sebagian warga berinisiatif membuat rakit sendiri agar bisa berkeliling di atas air. Sementara itu, bagi warga yang memiliki uang lebih, mereka memilih untuk membeli perahu sebagai alat transportasi di waduk tersebut. Dengan menggunakan rakit dan perahu itulah, para mantan penghuni kawasan hulu ini berkunjung ke area genangan sambil menerka-nerka di mana letak pasti bangunan rumah yang dahulu pernah mereka tempati bersama keluarga.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bendungan KarianKabupaten LebakMusim KemarauKampung TenggelamBBWSC3

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap