Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas peristiwa penembakan yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Pemerintah menegaskan para pelaku penyerangan harus diproses dan dijatuhi hukuman setimpal.
Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta menyampaikan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan serta mencederai prinsip perlindungan hak asasi manusia. Terkait klaim kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menuduh para korban sebagai bagian dari aparat intelijen, KemenHAM menegaskan tidak memiliki kompetensi untuk menilai narasi tersebut.
Menurut Thomas, hal mendasar yang menjadi fakta adalah ketiga korban merupakan warga sipil yang sedang menjalankan tugas kedinasan dan mencari penghidupan di wilayah Papua.
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak, Tim SAR Belum Bisa Masuk Pulau Sertung

Peristiwa penembakan maut tersebut berlangsung pada Rabu (9/9) di wilayah Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Insiden bermula saat rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang dalam perjalanan pulang menuju Wamena setelah mengantarkan bantuan pangan berupa ternak babi bagi masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.
Saat melintasi Distrik Muliama鈥攕ekitar 20 kilometer dari Kota Wamena鈥攊ring-iringan kendaraan tersebut dihadang kelompok bersenjata. Tiga orang ASN yang berada di lokasi menjadi korban penembakan hingga meninggal dunia. Ketiga korban teridentifikasi atas nama Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.
WN Palestina Pengungsi UNHCR Promosikan Paket Wisata Ditangkap di Bali

Berdasarkan hasil penyelidikan awal aparat keamanan, kelompok yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut telah dipetakan. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani menyatakan dugaan sementara mengarah kepada anggota KKB Kodap III Ndugama sebagai pelaku penembakan.
Pasjakejadian, proses pemulangan para jenazah mulai dilakukan. Jenazah Willi Mbuik telah diterbangkan menuju kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui transit di Jakarta dan dijadwalkan tiba pada Jumat (11/9).






