Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Kemenkeu Rilis Data Ekonomi, PMI Manufaktur Bangkit dan Inflasi Melandai

Rimba NainggolanDiterbitkan 4 Agu 2026 - 16.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemenkeu Rilis Data Ekonomi, PMI Manufaktur Bangkit dan Inflasi Melandai
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kondisi perekonomian Indonesia menunjukkan tren pemulihan yang menjanjikan pada pertengahan 2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Keuangan, dua indikator utama mencatatkan perbaikan, yakni Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang kembali merangkak naik dan laju inflasi yang mengalami penurunan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional.

Sektor manufaktur tanah air mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah sempat mengalami perlambatan. Pada Juli 2026, PMI Manufaktur

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Indonesia berhasil naik ke level 50,2 dari posisi 46,9 pada Juni 2026. Angka di atas level 50 ini menandakan bahwa industri pengolahan nasional kembali memasuki zona ekspansif. Kendati demikian, pencapaian ini masih berada di bawah beberapa negara mitra dan tetangga. Sebagai perbandingan, pada periode Juli 2026 yang sama, PMI manufaktur Jepang bertengger di level 54,5, disusul Thailand sebesar 54,2, Amerika Serikat di posisi 53,8, Vietnam dengan 52,9, dan Malaysia di level 50,7.

Kabar baik juga datang dari pengendalian harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Inflasi tahunan Indonesia pada Juli 2026 tercatat turun menjadi 2,88% secara tahunan (year-on-year/yoy), setelah sebelumnya berada di angka 3,34% pada Juni 2026. Penurunan ini utamanya didorong oleh merosotnya inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) yang turun menjadi 2,52% (yoy) dari periode sebelumnya sebesar 5,58%. Sementara itu, inflasi inti terpantau stabil di level 2,76% (yoy). Di sisi lain, kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) mengalami sedikit kenaikan menjadi 3,58% (yoy) dari 3,42% pada bulan sebelumnya.

Baca Juga

Strategi Pemerintah dalam Insentif Kendaraan Listrik Berbasis Nikel

Strategi Pemerintah dalam Insentif Kendaraan Listrik Berbasis Nikel

Daya beli dan keyakinan masyarakat juga tampak masih terjaga dengan baik. Hal ini dibuktikan oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mampu bertahan di level optimistis 117,8. Ketahanan indeks tersebut ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 109,2 serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang menyentuh angka 126,4. Optimisme konsumen ini sejalan dengan peningkatan pada sejumlah indikator konsumsi di dalam negeri.

Aktivitas belanja masyarakat tecermin secara riil lewat penjualan otomotif dan kebutuhan industri. Penjualan mobil domestik tumbuh hingga 32,9%, sedangkan penjualan sepeda motor naik sebesar 1,1%. Dari sektor energi, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara keseluruhan meningkat sebesar 6,5%, dengan rincian konsumsi BBM ritel tumbuh 8,0% dan sektor industri tumbuh 8,3%. Keperluan pembangunan dan operasional bisnis juga menunjukkan grafik menanjak, terlihat dari penjualan semen domestik yang naik 13,5% serta penjualan listrik yang meningkat 10,8%.

Baca Juga

Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Selisih Harga Bensin Campur Bioetanol

Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Selisih Harga Bensin Campur Bioetanol

Meskipun konsumsi domestik bergerak kuat, sektor perdagangan luar negeri Indonesia mencatatkan tantangan tersendiri. Pada Juni 2026, nilai ekspor Indonesia tumbuh sebesar 8,84% (yoy) menjadi US$25,46 miliar. Namun, pertumbuhan impor melonjak lebih tinggi, yakni mencapai 34,27% (yoy) menjadi US$25,91 miliar. Akibat ketimpangan pertumbuhan ini, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 mencatat defisit sebesar US$450 juta. Meski demikian, secara kumulatif sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Indonesia masih membukukan surplus perdagangan sebesar US$3,58 miliar.

Secara keseluruhan, data ekonomi dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) ini memberikan gambaran bahwa mesin pertumbuhan domestik masih bekerja dengan solid, ditopang oleh inflasi yang terkendali dan konsumsi yang kuat. Meski neraca perdagangan bulanan sempat mengalami defisit akibat lonjakan impor, akumulasi surplus semester pertama serta kembalinya PMI manufaktur ke zona ekspansif memberikan fondasi bagi perekonomian nasional untuk menghadapi bulan-bulan berikutnya pada tahun 2026.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

inflasiKementerian KeuanganEkonomi Indonesianeraca perdaganganPMI Manufaktur

Berita Terbaru Lainnya

Strategi Pemerintah dalam Insentif Kendaraan Listrik Berbasis NikelPemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Selisih Harga Bensin Campur BioetanolBKPP Malinau Gelar Bimtek Angka Kredit untuk Atasi Kendala Kenaikan Pangkat PNSAtletico Madrid Pantau Jack Grealish pada Bursa Transfer Musim PanasProgram Student Company Cetak Wirausaha Muda, Ribuan Pelajar Raih Omzet Rp483 JutaMikel Arteta Pimpin Langsung Upaya Arsenal Rekrut Vinicius Junior dari Real MadridBNI Perluas Akses Layanan Keuangan Digital bagi Mahasiswa Indonesia di Hong KongPemasangan Pagar Tinggi di Mal dan Perkantoran Indonesia Menjadi Sorotan Media Asing

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap