Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Selisih Harga Bensin Campur Bioetanol

Yolanda TobanDiterbitkan 4 Agu 2026 - 17.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Selisih Harga Bensin Campur Bioetanol
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Apakah harga bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan di Indonesia akan tetap terjangkau saat pemerintah mulai mewajibkan campuran bioetanol beberapa tahun ke depan? Pertanyaan praktis ini tentu membayangi para konsumen kendaraan bermotor di tanah air. Mengingat biaya produksi bahan bakar nabati saat ini masih relatif tinggi, kekhawatiran mengenai potensi lonjakan harga eceran BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum menjadi hal yang sangat wajar.

Menjawab kecemasan tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini tengah merancang sebuah skema pembiayaan khusus. Skema ini disiapkan untuk menjembatani selisih harga atau disparitas yang ada antara bensin yang telah dicampur dengan bioetanol dan bensin konvensional berbasis fosil. Upaya ini menjadi langkah antisipatif pemerintah sebelum menggulirkan program mandatori pemanfaatan bahan bakar nabati secara luas di tingkat nasional.

Berdasarkan peta jalan yang telah disusun, pemerintah berencana untuk memberlakukan mandatori campuran 10 persen bioetanol, yang dikenal sebagai E10, mulai tahun 2027. Setelah tahap awal tersebut berjalan, program ini direncanakan mengalami peningkatan persentase campuran secara bertahap hingga mencapai 20 persen (E20) dalam kurun waktu antara tahun 2028 dan 2029.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Baca Juga

Lansia di Cakung Dirampok Tetangga Saat Salat Zuhur, Korban Dilakban dan Diancam Golok

Lansia di Cakung Dirampok Tetangga Saat Salat Zuhur, Korban Dilakban dan Diancam Golok

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kerangka kerja pembiayaan yang sedang digodok ini memiliki tujuan penting untuk melindungi produsen serta petani dalam negeri. Selain itu, skema tersebut juga dirancang untuk mengatasi kesenjangan harga pasar yang kerap terjadi ketika harga minyak mentah global mengalami penurunan yang signifikan hingga berada di bawah biaya produksi bioetanol domestik. Tanpa adanya jaring pengaman harga ini, keberlangsungan industri bioetanol nasional akan sangat rentan terhadap gejolak pasar minyak dunia.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah melirik model pengelolaan dana yang telah diterapkan pada sektor komoditas lain. Model pembiayaan yang diusulkan ini kemungkinan akan mengadopsi inspirasi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yang selama ini terbukti sukses mengelola subsidi untuk menyokong keberhasilan program biodiesel di Indonesia. Sebagai bagian dari ekosistem kebijakan ini, pemerintah juga akan menetapkan harga acuan untuk bahan baku utama bioetanol, meliputi jagung, singkong, dan tebu, guna memberikan kepastian pasar bagi para petani.

Baca Juga

Harga Emas Dunia Stagnan, Pasar Pantau Perkembangan Negosiasi AS-Iran

Harga Emas Dunia Stagnan, Pasar Pantau Perkembangan Negosiasi AS-Iran

Kendati skema dukungan dana tengah disiapkan, tantangan dari sisi ekonomi produksi tetap memerlukan perhatian serius. Ali Ahmudi Achyak, seorang pakar energi dari Universitas Indonesia, memaparkan bahwa secara umum harga bioetanol memang masih tetap lebih mahal daripada bensin konvensional. Ia menyatakan bahwa meskipun ada bahan baku alternatif seperti sorgum yang tidak bersaing langsung dengan rantai pasok pangan dan dinilai lebih hemat biaya dibandingkan tebu atau jagung, intervensi pemerintah tetap mutlak diperlukan.

Guna mengatasi masalah biaya di tingkat hulu, Ali mendesak pemerintah agar memperkenalkan insentif pada sisi pasokan secara tepat sasaran. Menurutnya, bantuan tidak boleh terbatas pada subsidi harga jual akhir saja, melainkan harus menyentuh aspek produksi mendasar. Bentuk insentif yang diusulkan mencakup pemberian subsidi untuk bibit dan pupuk bagi para petani penyedia bahan baku, serta penyediaan pendanaan riset khusus untuk mengoptimalkan teknologi pengolahan bioetanol di tanah air.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

bioetanolkementerian esdmsubsidi energiBahlil Lahadalia

Berita Terbaru Lainnya

Lansia di Cakung Dirampok Tetangga Saat Salat Zuhur, Korban Dilakban dan Diancam GolokHarga Emas Dunia Stagnan, Pasar Pantau Perkembangan Negosiasi AS-IranIHSG Dibuka Menguat 0,33 Persen di Tengah Pelemahan Nilai Tukar RupiahKomisi IX DPR Usulkan Penerima Makan Bergizi Gratis Dipangkas Menjadi 26 Juta OrangBareskrim Polri Bongkar Jaringan Narkoba, 86,4 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi DisitaManipulasi Label Beras Fortifikasi Picu Kerugian Konsumen Hingga Rp71 TriliunStrategi Pemerintah dalam Insentif Kendaraan Listrik Berbasis NikelBKPP Malinau Gelar Bimtek Angka Kredit untuk Atasi Kendala Kenaikan Pangkat PNS

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap