Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Komisi IX DPR Usulkan Penerima Makan Bergizi Gratis Dipangkas Menjadi 26 Juta Orang

Uria KilaDiterbitkan 4 Agu 2026 - 18.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Komisi IX DPR Usulkan Penerima Makan Bergizi Gratis Dipangkas Menjadi 26 Juta Orang
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengusulkan agar pemerintah melakukan langkah pemangkasan yang cukup signifikan terhadap jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan tersebut disampaikan secara resmi di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Dalam usulannya, Charles menyarankan agar target sasaran penerima manfaat program ini didesain ulang dari rencana awal yang menyasar sekitar 82 juta orang menjadi sekitar 26 juta orang saja.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Langkah desain ulang program ini didorong oleh adanya putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan MK tersebut menyatakan bahwa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis tidak diperbolehkan lagi untuk dimasukkan ke dalam fungsi anggaran pendidikan. Selain menyesuaikan dengan putusan hukum tersebut, usulan untuk memangkas jumlah sasaran penerima juga merujuk pada data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data BPS, jumlah masyarakat yang membutuhkan asupan gizi tambahan untuk mencegah stunting, yang terdiri dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak, memang hanya berkisar di angka 26 juta orang.

Pemfokusan sasaran penerima program ini dinilai sangat relevan dengan tujuan utama dari program Makan Bergizi Gratis itu sendiri. Sebagaimana diketahui, tujuan pokok dari program MBG adalah untuk menurunkan angka kasus stunting serta memperbaiki status gizi masyarakat secara keseluruhan di Indonesia. Dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak yang terdata oleh BPS, pemerintah diharapkan dapat mencapai target penurunan stunting secara lebih terarah dan efektif tanpa memperluas sasaran ke kelompok yang tidak terlalu mendesak.

Baca Juga

Harga Minyak Dunia Bangkit, Ketegangan di Selat Hormuz Masih Membayangi Pasar

Harga Minyak Dunia Bangkit, Ketegangan di Selat Hormuz Masih Membayangi Pasar

Selain efektivitas penanganan stunting, pemangkasan jumlah penerima manfaat ini juga akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap efisiensi anggaran negara. Jika sasaran program difokuskan kembali kepada 26 juta orang, maka kebutuhan anggaran tahunan dapat ditekan secara drastis. Alokasi dana yang awalnya diperkirakan mencapai kisaran Rp200-an triliun dapat berkurang menjadi hanya sekitar Rp60-an triliun saja. Penurunan beban anggaran ini menjadi solusi krusial agar pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional tidak sampai menggerogoti atau mengurangi porsi anggaran pendidikan yang sangat penting bagi pembangunan sumber daya manusia.

Kendati demikian, pengurangan jumlah penerima manfaat ini secara otomatis akan berdampak langsung pada penurunan kebutuhan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia makanan MBG. Padahal, saat ini ekosistem penyedia makanan tersebut sudah berkembang pesat. Tercatat sudah ada sekitar 27.800 SPPG yang telah beroperasi secara aktif. Di samping itu, masih terdapat sekitar 13.000 unit dapur lainnya yang saat ini sedang berada dalam tahap pembangunan dan tengah menunggu giliran untuk bergabung ke dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis tersebut.

Baca Juga

KSP dan Bahlil Beri Kepastian Aturan Ekspor Komoditas Tambang Mengandung Logam Tanah Jarang

KSP dan Bahlil Beri Kepastian Aturan Ekspor Komoditas Tambang Mengandung Logam Tanah Jarang

Apabila jumlah dapur yang beroperasi dan yang sedang dibangun tersebut diakumulasikan, totalnya mencapai sekitar 40.000 unit dapur. Jumlah total ini rupanya sudah jauh melebihi target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk tahun 2029 mendatang. Menyadari besarnya infrastruktur yang telah terbangun dan keterlibatan aktif masyarakat, Charles Honoris meminta agar pemerintah segera menyiapkan skema kompensasi yang tepat bagi SPPG yang telah terlanjur berdiri tersebut. Langkah kompensasi ini dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat yang telah berpartisipasi dan berinvestasi dalam program ini tidak dirugikan akibat adanya perubahan kebijakan dan pemangkasan target penerima manfaat.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Makan Bergizi Gratisdpr riAnggaran PendidikanStuntingCharles Honoris

Berita Terbaru Lainnya

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS pada Perdagangan SelasaHarga Minyak Dunia Bangkit, Ketegangan di Selat Hormuz Masih Membayangi PasarKSP dan Bahlil Beri Kepastian Aturan Ekspor Komoditas Tambang Mengandung Logam Tanah JarangAnggaran Makan Bergizi Gratis Dipisah dari Pendidikan, BGN Pastikan Program BerlanjutBarantin Perkuat Empat Sistem Karantina untuk Tingkatkan Daya Saing Ekspor Ikan Hias IndonesiaLansia di Cakung Dirampok Tetangga Saat Salat Zuhur, Korban Dilakban dan Diancam GolokHarga Emas Dunia Stagnan, Pasar Pantau Perkembangan Negosiasi AS-IranIHSG Dibuka Menguat 0,33 Persen di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap