Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berbalik dibuka melemah pada sesi perdagangan Selasa (4/8/2026). Pergerakan mata uang Garuda ini kembali menyentuh level psikologis Rp18.000/US$. Berdasarkan data transaksi harian dari Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan dengan terdepresiasi sebesar 0,11% ke posisi Rp18.000/US$. Pelemahan pada awal perdagangan sesi Selasa ini memutus tren positif penguatan rupiah yang sempat berlangsung dalam dua hari perdagangan sebelumnya.
Sebelum mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, rupiah ditutup menguat 0,06% ke level Rp17.980/US$ pada hari Senin (3/8/2026). Penguatan di awal pekan tersebut merupakan kenaikan dua hari beruntun setelah rupiah juga terapresiasi sebesar 0,47% pada Jumat pekan lalu. Namun, laju penguatan tersebut berbalik melemah pada Selasa pagi seiring dengan bangkitnya kekuatan mata uang








