Kementerian Pekerjaan Umum (PU), di bawah kepemimpinan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, terus berupaya melakukan penanganan cepat terhadap kerusakan infrastruktur akibat bencana alam. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian PU saat ini tengah mempercepat proses penanganan dan perbaikan pada ruas-ruas jalan nasional yang terdampak oleh bencana gempa bumi. Bencana gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 tersebut sebelumnya mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu, 15 Agustus. Langkah percepatan ini menjadi prioritas utama Kementerian PU untuk memastikan konektivitas jalan nasional di Flores dapat segera pulih.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak kerusakan infrastruktur cukup parah akibat gempa bumi tersebut adalah jalan nasional di Desa Pulue, khususnya pada ruas jalan Krica-Lidi. Ruas jalan Krica-Lidi ini tercatat memiliki bentang panjang jalan mencapai 4,1 kilometer. Akibat guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada hari Sabtu tersebut, ruas jalan sepanjang 4,1 kilometer ini mengalami longsoran tanah yang cukup parah. Material tanah dari longsoran tersebut menutupi badan jalan, sehingga menutup akses transportasi darat yang biasa digunakan oleh masyarakat di Desa Pulue.
Dampak Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah Menjadi 71 Orang

Berdasarkan hasil identifikasi awal yang dilakukan oleh petugas di lapangan setelah bencana gempa bumi terjadi, kondisi kerusakan di sepanjang rute jalan tersebut terbilang cukup banyak. Petugas mengidentifikasi bahwa terdapat sedikitnya 10 titik longsoran yang tersebar di sepanjang ruas jalan Krica-Lidi di Desa Pulue tersebut. Skala dari longsoran tanah yang menutup akses jalan ini juga bervariasi di setiap titiknya. Tim di lapangan mengonfirmasi adanya titik longsoran yang berskala kecil hingga titik longsoran yang berskala besar yang membutuhkan penanganan intensif agar akses jalan nasional tersebut dapat terbuka kembali sepenuhnya.
Untuk mengatasi timbunan material longsor yang menutup akses jalan sepanjang 4,1 kilometer tersebut, Kementerian PU segera memobilisasi peralatan ke lokasi bencana di Desa Pulue. Hingga hari Selasa malam tanggal 18 Agustus, sejumlah peralatan kerja penting telah berhasil dikirimkan dan tiba di lokasi terdampak. Peralatan yang dimobilisasi untuk mempercepat proses pembersihan jalan tersebut terdiri atas dua unit alat berat ekskavator (excavator) serta satu unit kendaraan pikap jenis L300 yang digunakan untuk membantu kelancaran operasional tim di lapangan.
Pemerintah dan Aparat Keamanan Kedepankan Pendekatan Persuasif untuk Jaga Kedamaian di Aceh

Kerja keras yang dilakukan oleh tim gabungan di lapangan akhirnya mulai menunjukkan perkembangan positif dalam membuka akses jalan yang terisolasi. Pada hari Rabu, 19 Agustus, tepat pada pukul 16.00 WIT, tim gabungan berhasil menembus salah satu titik longsor yang berada di ruas jalan Krica-Lidi, Desa Pulue. Keberhasilan menembus titik longsor ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam upaya pemulihan total akses jalan nasional yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, NTT, di mana tim terus bekerja keras untuk membersihkan titik-titik longsor lainnya.






