Pemerintah terus memastikan kelancaran penyaluran logistik pangan untuk warga terdampak bencana alam gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk mengawal ketepatan sasaran serta memastikan ketersediaan stok pangan di tengah situasi darurat pascabencana, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani turun langsung ke lapangan. Keduanya meninjau secara langsung proses penyaluran bantuan pangan demi memastikan seluruh bantuan dari pemerintah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
Dalam rangkaian peninjauan tersebut, Andi Amran Sulaiman dan Ahmad Rizal Ramdhani mendatangi Kecamatan Reok yang berada di wilayah Kabupaten Manggarai. Di lokasi ini, mereka melihat secara dekat bagaimana proses pendistribusian bahan pangan dilakukan agar tepat sasaran kepada para korban gempa. Setelah memantau pembagian pangan di lapangan, rombongan melanjutkan kunjungan mereka ke gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Peninjauan ke gudang logistik ini dilakukan bersama dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan kesiapan logistik dan memperkuat koordinasi antarlembaga.
Dampak Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah Menjadi 71 Orang

Upaya penanganan darurat bagi korban gempa di Flores difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan pokok yang sangat mendesak. Untuk itu, pemerintah mengerahkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta minyak goreng guna memenuhi kebutuhan pangan harian masyarakat di wilayah terdampak. Berdasarkan data yang tercatat per tanggal 19 Agustus 2026, Perum Bulog telah menyalurkan sebanyak 207 ton beras CBP dan 6.000 liter minyak goreng untuk keperluan penanganan bencana tersebut. Sebelum penyaluran skala besar ini, Bulog juga tercatat telah mengirimkan bantuan beras terlebih dahulu ke Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo sebagai bagian dari respons cepat awal.
Distribusi bantuan pangan ini dilakukan secara meluas ke berbagai daerah yang terdampak oleh guncangan gempa bumi di Flores. Pemerintah mengonfirmasi bahwa bantuan logistik pangan tersebut telah disalurkan ke sejumlah wilayah administratif di Nusa Tenggara Timur, yang meliputi Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, hingga Kabupaten Manggarai Barat. Langkah penyebaran bantuan secara merata ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat pemulihan kondisi sosial ekonomi warga di masa-masa tanggap darurat pascabencana.
Pemerintah dan Aparat Keamanan Kedepankan Pendekatan Persuasif untuk Jaga Kedamaian di Aceh

Untuk mengantisipasi kebutuhan pangan yang mungkin terus meningkat selama masa pemulihan pascabencana, ketersediaan stok pangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur terus dipantau dan dijaga ketat. Perum Bulog melaporkan bahwa stok beras yang tersedia di NTT saat ini masih berada dalam kondisi aman, yakni mencapai 35.000 ton. Selain itu, sebagai langkah antisipasi tambahan jika terjadi lonjakan kebutuhan, pemerintah telah menyiapkan stok cadangan sebesar 40.000 ton beras yang siap dimobilisasi dari beberapa daerah tetangga, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Dengan kesiapan stok ini, ketahanan pangan masyarakat terdampak diharapkan tetap terjamin.






