Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/General News

Kisah J.M.L. Bohl, Pegawai Biasa yang Menjadi Tuan Tanah 1.400 Hektare di Batavia

Bambang HandayaniDiterbitkan 2 Agu 2026 - 08.18 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah J.M.L. Bohl, Pegawai Biasa yang Menjadi Tuan Tanah 1.400 Hektare di Batavia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Memiliki lahan di wilayah strategis Jakarta pada masa kini bukanlah sebuah perkara yang mudah bagi kebanyakan orang. Harga tanah di wilayah strategis ibu kota saat ini tercatat berada pada angka yang sangat fantastis. Di kawasan premium seperti Sudirman Central Business District (SCBD), nilai pasar lahan bahkan telah mencapai kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta per meter persegi. Tingginya harga tanah saat ini sangat menarik untuk disandingkan dengan catatan sejarah penguasaan lahan di kawasan yang sama pada masa lampau. Sekitar 140 tahun yang lalu, terdapat seorang imigran asal Belanda bernama J.M.L. Bohl yang tercatat berhasil menguasai ribuan hektare lahan di Batavia. Menariknya, pencapaian Bohl menjadi salah satu tuan tanah terbesar pada masa Hindia Belanda tersebut murni berawal dari modal menabung penghasilannya sebagai seorang pekerja.

Berdasarkan catatan sejarah dalam arsip harian Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indie edisi 19 Juni 1920, J.M.L. Bohl diketahui tiba di Batavia pada sekitar tahun 1864. Pada saat menginjakkan kakinya pertama kali di tanah Batavia, usianya baru menginjak 16 tahun. Pemuda asal Belanda tersebut memulai perjalanannya dengan bekerja sebagai seorang pegawai biasa pada sebuah perusahaan dagang bernama Pitcairn Syaae & Co. Berbeda dari kebanyakan orang yang langsung menghabiskan uang untuk kebutuhan gaya hidup, Bohl secara konsisten memilih untuk menabung seluruh penghasilan dari pekerjaannya. Ia menahan diri hingga berhasil mengumpulkan modal yang cukup untuk membeli tanah. Dari tabungan gaji yang dikumpulkannya sedikit demi sedikit tersebut, Bohl kemudian membeli aset tanah hingga akhirnya tumbuh menjadi sosok tuan tanah yang menguasai wilayah Matraman dan Sinajan atau Senayan sewaktu ia masih berusia muda. Langkah investasi ini terbukti sangat menguntungkan dan mengubah nasibnya di kemudian hari.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Luas penguasaan lahan oleh Bohl tercatat secara rinci dalam berbagai dokumen resmi masa kolonial. Dokumen Handboek voor Cultuur en Handels-ondernemingen in Nederlandsch-Indi毛 yang diterbitkan pada tahun 1896 mencatat bahwa Bohl memiliki lahan seluas 1.474 bau atau sekitar 1.000 hektare di daerah Senayan. Kawasan Senayan milik Bohl tersebut pada masa itu difungsikan secara maksimal sebagai area sawah dan perkebunan kelapa, dengan taksiran nilai aset yang mencapai sekitar 36.000 gulden. Bohl tidak berhenti sampai di situ saja dalam memperluas kepemilikannya. Dokumen Adresboek van Nederlandsch-Indi毛 voor den Handel tahun 1896 juga mencatat bahwa Bohl memegang hak atas tanah partikelir di kawasan Matraman dengan luas mencapai 502 bau atau sekitar 400 hektare.

Baca Juga

Kisah Sudono Salim, Dari Ritual Gunung Kawi hingga Membangun Imperium Bisnis

Kisah Sudono Salim, Dari Ritual Gunung Kawi hingga Membangun Imperium Bisnis

Apabila digabungkan secara keseluruhan, total luas area tanah yang berhasil dikuasai oleh Bohl di Batavia mencapai kurang lebih 1.400 hektare. Keberadaan lahan-lahan yang sangat luas tersebut memberikan keuntungan finansial yang besar bagi Bohl. Lahan tersebut mampu menghasilkan komoditas pertanian utama pada masa itu, seperti padi dan kelapa, yang kemudian menjadi sumber pendapatan tetap bagi dirinya. Kekayaan dari bisnis pertanahan ini membuat kehidupan Bohl jauh berbeda dibandingkan saat ia pertama kali datang ke Batavia. Di atas tanah miliknya di kawasan Matraman, Bohl membangun sebuah rumah besar yang dijadikan sebagai kediaman pribadinya. Di area tempat tinggalnya tersebut, Bohl juga diketahui memelihara puluhan ekor rusa, yang pada masa kolonial sering dianggap sebagai salah satu simbol kemewahan bagi kalangan elite.

Meskipun memiliki kekayaan yang melimpah dan lahan yang sangat luas, kehidupan pribadi Bohl tergolong jauh dari pusat keramaian dan relatif tertutup. Pemberitaan dalam surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad mengungkapkan bahwa Bohl merupakan pribadi yang jarang bersosialisasi. Ia lebih dikenal oleh masyarakat setempat semata-mata sebagai seorang pemilik tanah dalam jumlah yang sangat besar. Kendati terkesan menutup diri dari pergaulan sosial yang luas, Bohl tetap menunjukkan ketertarikannya pada dunia politik lokal. Hal ini dibuktikan melalui pemberitaan harian De Locomotief edisi 21 Agustus 1908, yang mencatat bahwa namanya pernah maju dalam pencalonan sebagai anggota dewan untuk mewakili wilayah Meester Cornelis.

Baca Juga

Valuasi Pasar Keuangan RI Dinilai Murah, Outlook S&P Global Ratings Jadi Katalis Dana Asing

Valuasi Pasar Keuangan RI Dinilai Murah, Outlook S&P Global Ratings Jadi Katalis Dana Asing

Perjalanan hidup sosok yang menguasai lahan-lahan strategis di era Hindia Belanda ini pada akhirnya harus terhenti. J.M.L. Bohl meninggal dunia pada tanggal 18 Juni 1920. Ia tutup usia pada umur 72 tahun setelah sempat menjalani prosedur operasi usus buntu di sebuah rumah sakit yang berada di Jalan Salemba. Bohl diketahui mengalami komplikasi akibat penyakit gagal ginjal yang dideritanya. Berdasarkan catatan dalam berbagai arsip kolonial, aset berupa tanah-tanah luas milik Bohl di kawasan Senayan dan Matraman tersebut pada akhirnya diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda setelah kematiannya. Kini, lahan yang dahulu dibelinya dari hasil menabung gaji tersebut telah bertransformasi menjadi kawasan paling mahal dan strategis di pusat kota Jakarta.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

J.M.L. BohlTuan Tanah BataviaSejarah JakartaSenayanMatramanHindia Belanda

Berita Terbaru Lainnya

Daftar 13 Kereta Api dari Stasiun Gambir yang Berhenti di Stasiun Jatinegara Imbas Acara di MonasMengenal Bougainville, Calon Negara Baru di Dekat Indonesia yang Akan Merdeka pada 2030Ledakan Bom Rakitan di Dekat Restoran Mewah Moskow Tewaskan Tiga OrangRyan McAidoo Curi Perhatian Enzo Maresca di Laga Pramusim Manchester City vs Inter MilanPolda Metro Jaya Agendakan Pemeriksaan Vicky Prasetyo Terkait Dua Laporan Dugaan PenipuanDilema Berbagi Lokasi dengan Pasangan, Antara Rasa Aman dan PrivasiJadwal Tayang House of the Dragon Season 3 Episode 7 dan Bocoran CeritaDaftar Film Baru dan Promo Bioskop Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap