Keberhasilan Provinsi Sumatera Utara menempati peringkat keempat dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional PON XXI Aceh Sumut menjadi pijakan penting bagi arah pembinaan olahraga daerah. Menindaklanjuti capaian tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara kini memfokuskan perhatian pada persiapan jangka panjang. Langkah konkret yang diambil adalah dengan mengintensifkan pembinaan melalui Program Pembinaan Intensif (PPI) yang telah dimulai sejak Juni 2026 untuk menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprovsu) 2026.
Kebijakan ini dipaparkan langsung oleh Ketua Umum KONI Sumut, Kolonel TNI (Purn) Hatunggal Siregar, dalam konferensi pers yang digelar oleh Dinas Kominfo Sumut di Lobi Dekranasda Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kota Medan, pada Jumat, 31 Juli 2026. Di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, pemerintah daerah mendukung penuh langkah strategis ini. Program PPI dirancang secara spesifik dengan menyasar cabang-cabang olahraga yang berhasil menyumbang medali emas, perak, maupun perunggu pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional PON XXI Aceh Sumut 2024 lalu. Selain itu, program ini juga diprioritaskan bagi cabang olahraga yang akan kembali dipertandingkan dalam PON XXII mendatang. Berdasarkan hasil rapat koordinasi KONI, PON XXII direncanakan akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan DKI Jakarta bertindak sebagai tuan rumah penyangga.
Hasil DWCS Season 10 Episode 1, Bilal Hasan Menang TKO Atas Mridul Saikia dalam 45 Detik

Pada tahap awal pelaksanaannya yang dimulai pertengahan tahun ini, PPI melibatkan sebanyak 131 atlet yang berasal dari 18 cabang olahraga kategori perorangan. Program pembinaan intensif ini diproyeksikan menjadi jembatan bagi para atlet sebelum mereka berlaga di Porprovsu 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Melalui program ini, KONI Sumut berupaya menyaring dan mempersiapkan atlet terbaik agar dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang telah diraih sebelumnya.
Untuk Porprovsu 2026 sendiri, pihak penyelenggara merencanakan untuk mempertandingkan sebanyak 28 cabang olahraga. Namun, terdapat aturan ketat yang harus dipenuhi agar suatu cabang olahraga dapat diperlombakan secara resmi dalam ajang tingkat provinsi tersebut. Setiap cabang olahraga wajib memiliki kepengurusan cabang (pengcab) minimal di 50 persen ditambah satu wilayah dari total kabupaten dan kota di Sumatera Utara, atau sekurang-kurangnya memiliki 17 pengcab/pengkot. Guna memenuhi persyaratan administratif ini dan memperluas jaringan pembinaan, KONI Sumut telah melantik kepengurusan di 16 KONI kabupaten/kota, termasuk di antaranya wilayah Nias Utara dan Nias Barat.
Menakar Prestasi Tim Bulu Tangkis Indonesia di BWF World Tour dan Kejuaraan Asia

Upaya perluasan kepengurusan hingga ke wilayah kepulauan ini juga bertujuan untuk menjaring potensi atlet lokal secara lebih luas dan merata. Sebagai contoh nyata, wilayah Nias telah melahirkan atlet berprestasi seperti Kevin yang berhasil menyabet medali perak dalam ajang SEA Games. Secara keseluruhan, kualitas atlet asal Sumatera Utara di kancah internasional terbukti cukup bersaing, di mana dari total 35 atlet asal Sumut yang ikut serta dalam ajang SEA Games, sebanyak 30 atlet di antaranya sukses membawa pulang medali ke tanah air. Evaluasi serta tindak lanjut dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional PON XXI Aceh Sumut ini diharapkan dapat terus meningkatkan standar pembinaan demi mencetak prestasi yang lebih tinggi pada PON XXII nanti.






