Sikap tegas ditunjukkan oleh Korea Utara dalam merespons desakan internasional terkait perlucutan senjata nuklir. Melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Senin (27/7), Pyongyang menolak keras dorongan denuklirisasi Semenanjung Korea yang disuarakan dalam Forum Regional ASEAN ke-33. Pejabat Partai Buruh Korea Utara, Kim Yo-jong, yang juga merupakan saudara perempuan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, secara langsung menyebut hasil pertemuan di Manila, Filipina tersebut sebagai sebuah manifestasi dari pemikiran yang bodoh dan delusional.
Reaksi keras dari Korea Utara ini merupakan jawaban atas agenda pertemuan Forum Regional ASEAN yang diselenggarakan pada Sabtu (25/7). Dalam salah satu panel rapat tersebut, sebagian besar negara anggota merilis pernyataan bersama yang menyoroti program militer Pyongyang. Mengutip laman resmi ASEAN, forum tersebut menyatakan keprihatinan mendalam atas pengembangan senjata nuklir dan program rudal balistik yang terus berlangsung oleh Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK).








