Ketegangan yang mematikan kembali melanda wilayah Kashmir yang berada di bawah administrasi Pakistan. Aparat keamanan di wilayah tersebut saat ini menghadapi tuduhan serius setelah diduga menembak mati sedikitnya 30 orang demonstran yang tidak bersenjata. Peristiwa berdarah ini terjadi hanya dalam kurun waktu dua hari terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun oleh kelompok masyarakat sipil Joint Awami Action Committee (JAAC), tindakan represif dari pasukan keamanan tersebut mengakibatkan 25 orang tewas pada hari Senin, yang kemudian disusul dengan lima korban jiwa tambahan pada hari Selasa. Laporan mengenai insiden mematikan ini turut dipublikasikan oleh media internasional The Guardian pada hari Selasa, 28 Juli 2026, yang menyoroti betapa cepatnya eskalasi konflik berdarah ini terjadi di wilayah tersebut.








