Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, berkesempatan melakukan kunjungan langsung ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau secara langsung progres pembangunan berbagai infrastruktur yang saat ini tengah berjalan di kawasan tersebut. Salah satu hal yang paling menarik perhatiannya secara khusus dalam tinjauan ini adalah ketersediaan fasilitas air keran di IKN yang kini sudah dapat langsung dikonsumsi.
Rahayu Saraswati mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas air bersih yang tersedia di ibu kota baru tersebut. Ia secara terbuka membandingkan ketersediaan air keran siap minum di Ibu Kota Nusantara dengan standar kualitas pelayanan publik yang biasa ditemui di negara-negara maju di Eropa. "Bahkan untuk air keran pun itu sudah bisa diminum jadi sudah serasa kita lagi di Eropa kita," ungkapnya saat memberikan pandangan terhadap kemajuan fasilitas di sana.
Untuk diketahui, pasokan air keran siap minum yang tersedia di kawasan IKN tersebut bersumber dari SPAM Sepaku. Infrastruktur penyediaan air bersih ini didukung oleh IPA yang memiliki kapasitas terpasang mencapai 300 liter per detik. Jaringan distribusi air ini juga dilengkapi dengan infrastruktur pendukung lainnya, yakni pipa transmisi yang membentang sepanjang 16 kilometer, sebuah reservoir penampung, serta jaringan pipa distribusi dengan panjang mencapai 22 kilometer untuk menjangkau berbagai wilayah.
Hari Ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Lagi Terlihat

Pada pelaksanaan pembangunan Tahap I, SPAM Sepaku ini ditargetkan untuk melayani berbagai wilayah vital di kawasan IKN. Daerah layanan tersebut secara rinci mencakup area Kantor dan Istana Presiden, fasilitas Kemensetneg, serta markas Paspampres. Lebih lanjut, pasokan air juga diarahkan ke kompleks Kemenko 1, 2, 3, dan 4, area Amphitheater, Galeri, Service Area, Hunian ASN, serta Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM). Berbagai fasilitas umum lainnya, seperti hotel, sekolah, pertokoan, dan rumah sakit juga menjadi bagian dari target layanan SPAM Sepaku tahap awal ini.
Rahayu Saraswati menjelaskan bahwa untuk menghasilkan air dengan kualitas yang aman diminum langsung dari keran, air di IKN harus melewati serangkaian tahapan filterisasi yang ketat pada saat masuk ke dalam reservoir. Secara teknis, proses pengolahan air ini diawali ketika air baku dipompa oleh unit intake menuju ke IPA. Pada tahap permulaan ini, air baku tersebut menjalani proses aerasi terlebih dahulu. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut di dalam air baku sebelum diproses lebih lanjut.
Bahlil Buka Suara soal Penyebab Antrean BBM Subsidi di SPBU Makassar

Setelah melalui tahapan proses aerasi, aliran air kemudian diarahkan menuju ke unit koagulasi-flokulasi-sedimentasi (KFS). Dari unit tersebut, air dilanjutkan dengan proses filtrasi, pengolahan menggunakan teknologi ozon, serta penyaringan melalui Granular Activated Carbon (GAC). Air hasil produksi yang telah dipastikan memenuhi standar kualitas air minum (potable water) tersebut kemudian ditampung di dalam fasilitas Clearwell. Dari Clearwell, air bersih ini selanjutnya dipompakan menuju ke Reservoir Induk melalui jaringan pipa transmisi yang memiliki panjang 16 kilometer.
Salah satu keunggulan dari pengolahan air ini adalah pemanfaatan teknologi ozon sebagai green technology. Penerapan teknologi ini dilakukan di IPA Sepaku melalui tiga tahapan ozonisasi. Metode ini diterapkan secara khusus untuk proses sterilisasi, memberikan perlindungan maksimal terhadap mikroorganisme, serta menghilangkan kandungan zat organik. Di samping itu, proses ozonisasi ini juga berfungsi penting untuk melindungi seluruh jaringan pipa distribusi dari potensi gangguan korosi maupun kontaminasi, sehingga air yang disalurkan tetap terjamin.






