Berita Viral Terkini

Langkah Pertamina Geothermal Energy Mengejar Target Kapasitas Tiga Giga Watt

Rimba NainggolanPublished 25 Jul 2026 - 09.450 Reads
Bagikan WhatsAppX
Langkah Pertamina Geothermal Energy Mengejar Target Kapasitas Tiga Giga Watt
Ilustrasi Ekonomi. Foto: CNBC Indonesia - News.
A-A+

Indonesia dikaruniai kekayaan energi hijau yang luar biasa, khususnya dari perut bumi. Namun, potensi panas bumi yang melimpah ini bagaikan raksasa yang masih tertidur. Menyadari hal tersebut, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kini tengah menyusun langkah strategis untuk mengoptimalkan harta karun energi ini. Perusahaan pelat merah ini menargetkan lompatan besar dengan membidik kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) hingga mencapai 3 Giga Watt (GW) dalam jangka panjang. Sebagai target perantara, kapasitas tersebut akan ditingkatkan secara bertahap hingga menyentuh angka 1,8 GW pada tahun 2033 mendatang.

Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, langkah awal yang krusial adalah mengubah status potensi menjadi kepastian. Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah membuktikan seluruh sumber daya panas bumi yang dimiliki agar bisa dikategorikan sebagai cadangan terbukti (proven resource). Tanpa adanya kepastian cadangan ini, pengembangan proyek skala besar tentu akan sulit berjalan dengan matang. Oleh sebab itu, aktivitas eksplorasi kini gencar dilakukan di lapangan untuk memastikan pasokan energi masa depan.

Implementasi nyata dari strategi pembuktian cadangan ini telah berjalan di beberapa wilayah kerja panas bumi milik PGE. Saat ini, perusahaan sedang aktif melakukan pengeboran eksplorasi di wilayah Gunung Tiga dan Kotamobagu. Tidak hanya itu, PGE juga mempercepat persiapan pengembangan proyek Lumut Balai Unit 4. Langkah-langkah taktis ini diambil demi menjaga keberlanjutan pasokan energi bersih nasional sekaligus memastikan proyek-proyek panas bumi ke depan memiliki fondasi yang kuat sebelum masuk ke tahap produksi.

Also Read

Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Setelah Sempat Anjlok Tajam

Ironisnya, meski Indonesia diakui memiliki salah satu potensi panas bumi terbesar di dunia, pemanfaatannya masih tergolong sangat minim. Kapasitas terpasang yang ada saat ini bahkan belum menyentuh angka 20 persen dari total potensi yang ada, melainkan baru berkisar antara 11 hingga 12 persen saja. Angka ini menunjukkan adanya jurang pemisah yang lebar antara potensi alam dan realisasi pemanfaatan. Edwil menekankan bahwa kondisi ini harus menjadi komitmen bersama bagi seluruh pelaku industri panas bumi di tanah air untuk segera berbenah dan mempercepat transisi energi.

Menjawab tantangan tersebut, PGE menerapkan strategi ganda yang berfokus pada aspek internal dan eksternal. Dari sisi internal, perusahaan berupaya meningkatkan keahlian para insinyur dan tenaga ahli lokal. Peningkatan kompetensi ini berjalan beriringan dengan efisiensi biaya proyek agar lebih terukur. PGE berkomitmen untuk menekan pengeluaran modal atau capital expenditure (capex), baik untuk proses pengeboran, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga pendirian pembangkit listrik itu sendiri, guna menghasilkan energi yang lebih ekonomis.

Also Read

Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Layanan Hukum demi Lindungi UMKM dan Musisi

Sementara dari sisi eksternal, PGE menyadari bahwa mereka tidak bisa berjalan sendiri dalam mengejar target besar ini. Kolaborasi erat terus dijalin dengan berbagai pemangku kepentingan melalui wadah Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API). Melalui sinergi ini, diharapkan hambatan regulasi maupun operasional dapat diselesaikan bersama demi mempercepat pertumbuhan industri panas bumi nasional. Dengan kombinasi efisiensi internal dan kolaborasi eksternal, PGE optimistis dapat membangun ketahanan energi hijau yang kokoh bagi Indonesia di masa depan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca