Rencana penyesuaian tarif tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjadi Rp10.000 per orang telah disepakati oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta bersama pengelola kebun binatang. Kenaikan tarif ini dipandang sebagai momentum strategis untuk membenahi fasilitas publik, memperketat aspek keselamatan, serta meningkatkan standar kesejahteraan satwa.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menegaskan bahwa perubahan tarif retribusi tersebut harus diimbangi dengan perbaikan nyata di lapangan. Politisi PDI Perjuangan itu menyoroti aspek keamanan pengunjung menyusul insiden beberapa waktu lalu ketika seorang anak terjatuh ke dalam area kandang gajah.
Dorongan Penguatan Fasilitas dan Kesejahteraan Satwa
Kenneth mengingatkan bahwa standar pengamanan di seluruh area kandang perlu diperketat seiring penetapan tarif baru. Di samping faktor keselamatan pengunjung, perhatian khusus juga diarahkan pada rasio tenaga medis dan kondisi satwa koleksi Ragunan yang saat ini menampung lebih dari 2.200 ekor satwa dengan dukungan delapan dokter hewan.
Menlu Dalami Informasi 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia

Alumnus PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII tersebut turut mendorong pengelola untuk mengoptimalkan skema pertukaran satwa antar-kebun binatang. Langkah tersebut diperlukan salah satunya untuk mencarikan pasangan bagi gorila jantan di TMR yang hingga kini belum memiliki pasangan betina.
Struktur Anggaran dan Rencana Pengelola
Kepala Taman Margasatwa Ragunan, drh. Endah Rumiyanti, menyambut baik persetujuan penyesuaian tarif tersebut. Menurutnya, TMR membutuhkan anggaran operasional sekitar Rp160 miliar per tahun, sementara pendapatan mandiri yang dihimpun pengelola baru mencapai kisaran Rp30 miliar per tahun. Kondisi ini menyebabkan sekitar 70 persen biaya operasional masih disubsidi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Pembunuh Mozza Axillia Ditangkap di Blora, Kasus Terungkap dari DM Instagram

Endah menjelaskan, tambahan penerimaan dari penyesuaian tarif nantinya akan difokuskan pada tiga agenda utama: pembenahan sarana dan fasilitas pendukung pengunjung, perbaikan serta pemeliharaan kandang satwa, dan penataan sistem zonasi kawasan berdasarkan masterplan yang telah dirancang.






