Indeks literasi keuangan nasional Indonesia mencapai angka 69,57 persen pada 2026 berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK). Capaian tersebut memperlihatkan peningkatan dibandingkan angka tahun 2025 yang berada di posisi 66,64 persen. Sejalan dengan tren kenaikan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar rangkaian edukasi finansial untuk pelajar di wilayah kepulauan, salah satunya di SMA Negeri 1 Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Apa agenda utama kegiatan edukasi OJK di Rote Ndao? Kegiatan edukasi ini menjadi bagian dari Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Provinsi NTT 2026. Tujuannya adalah memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Gerakan menabung ini diadakan secara luring dan daring dengan melibatkan para pelajar dari 22 kabupaten dan kota di seluruh NTT guna memastikan pemerataan akses layanan keuangan hingga ke wilayah terluar.
Dugaan Pemerasan Seleksi Kedokteran Unsoed Rp 650 Juta dan Penetapan Tersangka KPK

Siapa pemateri dan metode apa yang diperkenalkan kepada pelajar? Materi edukasi disampaikan oleh Romualdus San Udika Jurnalos (Sandi), jurnalis Stabilitas.id yang bertindak sebagai Duta Literasi Keuangan OJK. Sandi mengajarkan metode pengelolaan uang saku sederhana kepada para siswa, termasuk Sidensi Miangada dari kelas 10B SMA Negeri 1 Rote Selatan. Dalam simulasi keuangan tersebut, setiap kepemilikan dana sebesar Rp100.000 disarankan untuk dialokasikan dengan proporsi 50 persen kebutuhan wajib, 30 persen kebutuhan lain atau dana berjaga-jaga, serta 20 persen disisihkan khusus untuk tabungan.
Apa saja risiko keuangan yang ditekankan kepada siswa? Para pelajar diingatkan agar bijak memanfaatkan uang jajan dan tidak menggunakannya untuk hal konsumtif berlebih seperti top up game online, maupun bahaya judi online. OJK juga mewanti-wanti agar generasi muda tidak tergiur iming-iming investasi ilegal dan jebakan pinjaman online. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, OJK menjalankan tiga fungsi utama yaitu mengatur, mengawasi, serta melindungi masyarakat dari berbagai praktik transaksi finansial yang merugikan.
Pedagang Ditertibkan, Begini Kondisi Jalan Depan Kramat Jati Saat Malam

Rekor apa yang berhasil dipecahkan dalam momentum ini? Acara yang mendapat dukungan langsung dari Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk ini berhasil menorehkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Sebanyak 220.194 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dibuka secara serentak di wilayah NTT. Capaian pembukaan rekening tabungan pelajar ini resmi menumbangkan rekor MURI sebelumnya yang telah bertahan selama kurang lebih 10 tahun.






