Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2026 diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di SMA Negeri 1 Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao. Kabupaten Rote Ndao merupakan wilayah yang terletak di bagian paling selatan Nusa Tenggara Timur dan berbatasan langsung dengan kawasan perairan Indonesia-Australia. Melalui momentum kegiatan tersebut, edukasi diberikan kepada para pelajar untuk mengenalkan cara mengelola uang sejak dini, sekaligus memperkenalkan akses terhadap layanan keuangan formal melalui produk rekening Simpanan Pelajar (SimPel). Kegiatan edukasi di Rote Ndao ini menjadi bagian dari Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang terus didorong dalam peringatan Hari Indonesia Menabung 2026.
Pelaksanaan edukasi keuangan di wilayah 3T鈥攜ang merupakan singkatan dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar鈥攎enghadapi tantangan tersendiri, khususnya terkait aksesibilitas. Plt. Kepala OJK NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata menjelaskan bahwa OJK tidak dapat setiap saat mengunjungi daerah 3T mengingat adanya keterbatasan sarana transportasi. Selain faktor ketersediaan moda transportasi, kondisi iklim yang kadang berubah disertai angin kencang kerap mengakibatkan pembatalan jadwal penyeberangan laut maupun penerbangan menuju Rote Ndao. Kendati demikian, kegiatan literasi tetap dilaksanakan guna memastikan para pelajar di wilayah perbatasan dapat mengenal dan memanfaatkan layanan sektor jasa keuangan secara tepat.
64,5% Pelaku UMKM Dikelola Perempuan, Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Dalam sesi edukasi keuangan kepada para siswa, Duta Literasi Keuangan OJK Romualdus San Udika Jurnalos atau Sandi memberikan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan anggaran. Sandi menganalogikan penggunaan uang jajan yang tidak direncanakan dengan baik seperti kapal atau sampan yang mengalami bocor halus. Apabila perahu yang bocor halus dipaksakan untuk terus berlayar, maka perahu tersebut lama-kelamaan akan karam di lautan. Analogi tersebut menggambarkan bahwa uang saku harian akan habis tanpa terasa jika tidak dikelola dengan benar. Sejalan dengan arahan tersebut, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk turut mengajak seluruh pelajar di wilayahnya untuk membiasakan diri menyisihkan sebagian uang jajan yang diberikan oleh orang tua untuk ditabung.
Selain mengajarkan kebiasaan menabung sejak dini, OJK mengingatkan para pelajar agar tidak mudah tergiur oleh berbagai tawaran yang berpotensi merugikan, termasuk bahaya judi online, pinjaman online ilegal, serta penawaran investasi ilegal. Sandi memaparkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, OJK dibentuk dengan mengemban tiga fungsi utama, yaitu mengatur, mengawasi, dan melindungi konsumen di sektor jasa keuangan. Di samping OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) turut hadir memberikan edukasi mengenai keamanan simpanan. Sub Manager Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Shabrina Kirgizia Hanum menyampaikan bahwa kemudahan akses terhadap layanan keuangan perbankan harus diiringi dengan pemahaman yang memadai terkait keamanan tabungan.
Subsidi Motor Listrik, Ketentuan Kuota dan Mekanisme Pendaftaran

Rangkaian kegiatan literasi dan inklusi keuangan ini berhasil mencatatkan pembukaan sebanyak 220.194 rekening SimPel secara serentak di 22 kabupaten dan kota se-NTT, yang resmi tercatat sebagai Rekor MURI pembukaan rekening SimPel secara serentak terbanyak. Menyikapi capaian tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pemecahan rekor tersebut bukanlah tujuan akhir dan tidak boleh berhenti sebatas pencapaian administratif belaka. Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah memastikan rekening yang telah dibuka tetap aktif digunakan, mendorong anak-anak untuk terus konsisten menabung, serta menjaga kesinambungan program melalui pendampingan yang berkelanjutan.






