Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 9 Sultanbatara secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kemendiktisaintek mengenai izin pembukaan Program Studi Doktor (S3) Teknik Sipil kepada Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Penyerahan surat keputusan tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah 9 Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, kepada pihak pimpinan universitas. Penyerahan dokumen resmi ini menandai tonggak penting bagi Universitas Muslim Indonesia dalam memperluas peran akademisnya, khususnya dalam menyediakan layanan pendidikan tingkat doktoral pada bidang teknik sipil di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.
Dalam keterangannya di Makassar pada hari Sabtu, Dr. Andi Lukman menyatakan bahwa pemberian izin pembukaan program studi doktor ini merupakan bukti nyata atas kualitas dan kapasitas akademis universitas. Ia menilai, diterbitkannya surat keputusan resmi dari Kemendiktisaintek ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di lingkungan Kampus UMI telah teruji dengan sangat baik. Selain teruji, SDM universitas juga dinilai memiliki daya saing yang tinggi untuk mengelola pendidikan pada jenjang akademik tertinggi tersebut.
Lebih lanjut, Dr. Andi Lukman menegaskan bahwa proses pembukaan sebuah program studi tingkat doktor mensyaratkan kesiapan sumber daya yang sangat besar dari pihak institusi pengusul. Ia menjelaskan, salah satu persyaratan akademis minimal yang wajib dipenuhi untuk dapat membuka Program S3 adalah memiliki setidaknya dua orang profesor pada disiplin ilmu yang sesuai. Berdasarkan penilaian, UMI telah menyiapkan sumber daya yang besar dan memenuhi kriteria yang disyaratkan, sehingga universitas tersebut memang sangat layak untuk membuka dan mengelola Program Doktor Teknik Sipil.
Mendikdasmen Sebut Revitalisasi Pascabanjir SMP Negeri 16 Medan Rampung

Menanggapi penyerahan keputusan resmi tersebut, Rektor UMI, Prof. Dr. Hambali Thalib, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah kepada lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Ia menekankan bahwa pembukaan program studi baru di jenjang doktor ini bukan hanya sekadar menambah jumlah program studi di universitas, melainkan membawa sebuah misi strategis yang luas. Prof. Hambali menjelaskan bahwa kehadiran program ini bertujuan untuk menyiapkan para insinyur, peneliti, dan pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan solusi bagi pembangunan Indonesia melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
Menurut Prof. Dr. Hambali Thalib, terbitnya izin operasional dari Kemendiktisaintek merupakan sebuah amanah besar yang harus dikelola dengan komitmen dan tanggung jawab tinggi. Untuk menjawab amanah tersebut, pihak universitas berkomitmen menyelenggarakan pendidikan doktor yang berkualitas serta membangun budaya riset yang kuat di kalangan sivitas akademika. Selain penguatan di internal kampus, UMI juga menegaskan komitmennya untuk memperluas jaringan kolaborasi strategis dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, asosiasi profesi, serta berbagai perguruan tinggi mitra, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri.
Dua Pekan Belajar di Bawah Pohon akibat Gempa, Siswa SMP di Manggarai Barat Menanti Tenda Darurat

Pihak universitas berharap program studi baru ini dapat berkembang menjadi pusat pengembangan riset ilmiah yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang kompleks. Ruang lingkup riset yang dirancang dalam Program S3 Teknik Sipil UMI sangat luas dan mencakup berbagai sektor krusial. Fokus penelitian yang akan dikembangkan meliputi bidang infrastruktur transportasi, pengelolaan sumber daya air, serta penerapan metode konstruksi berkelanjutan. Di samping itu, program doktor ini juga akan berfokus pada kajian riset mitigasi bencana hingga pengembangan kota dan wilayah yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Melalui kesiapan sumber daya yang matang dan pemenuhan standar kualifikasi tenaga pengajar bergelar profesor, pembukaan Program Doktor Teknik Sipil ini menjadi langkah nyata universitas dalam memperkuat kontribusi akademisnya. Upaya memadukan ilmu pengetahuan, integritas riset, serta perluasan kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat peran kampus dalam menghadirkan solusi nyata bagi keberlanjutan pembangunan di Indonesia.






