Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah (pemda) di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera menyalurkan dana bantuan gempa dari Presiden Prabowo Subianto. Tito meminta pemda tidak menahan atau "mengeman-eman" anggaran bencana yang seharusnya segera diterima oleh masyarakat terdampak.
Hal tersebut disampaikan Tito di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/9/2026). Tito menjelaskan bahwa total dana bantuan yang disalurkan ke daerah di NTT mencapai Rp 200 miliar. Awalnya, alokasi yang diusulkan berkisar Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar untuk tiap kabupaten di Flores serta Rp 10 miliar hingga Rp 20 miliar untuk provinsi. Namun, Presiden Prabowo memutuskan untuk melipatgandakan nominal tersebut.
Jumlah Pengungsi Gempa Flores Turun Drastis jadi 72.864 Jiwa

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT memperoleh dana bantuan sebesar Rp 40 miliar, sementara 8 kabupaten di Flores masing-masing menerima Rp 20 miliar. Kemendagri saat ini terus melakukan pengecekan dan pendampingan lapangan agar dana tersebut langsung dimanfaatkan bagi warga yang masih berada di tenda-tenda pengungsian hingga ke pelosok desa.
Dalam pelaksanaan di daerah, Tito memberikan apresiasi kepada Gubernur NTT Melki yang telah merealisasikan pencairan bantuan hingga 43 persen. Kendati demikian, ia menyoroti lambatnya penyaluran di sejumlah pemerintah kabupaten, seperti Kabupaten Sikka yang serapannya baru berkisar 1 persen lebih serta daerah lain yang baru mencapai 7 persen.
Mendagri Kirim Tim Bantu Kependudukan Korban Gempa NTT, 11 Ribu Dokumen Terbit

Padahal, Kemendagri telah menurunkan dua tim pendamping dari Inspektorat Jenderal (Itjen) guna memfasilitasi percepatan anggaran. Tito menegaskan bahwa realisasi dana dalam kondisi darurat bencana memiliki mekanisme yang mudah dan dapat dilakukan melalui penunjukan langsung di bawah pengawasan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).






