Pemerintah Indonesia resmi memulai penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 6 Januari 2025, sebagai langkah awal dari program inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat. Pada fase awal ini, program menyasar sekitar 3 juta penerima manfaat yang mencakup siswa sekolah, ibu hamil, serta balita, dengan alokasi indeks makanan senilai Rp10.000 per orang setiap hari. Jangkauan tersebut direncanakan bertambah secara bertahap hingga mencapai target 15 juta penerima pada Agustus 2025 dalam skema rencana jangka panjang lima tahun.
Pelaksanaan program ini ditopang oleh kesiapan infrastruktur logistik berupa 190 dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 26 provinsi. Masing-masing unit dapur umum tersebut dirancang untuk memproduksi 3.000 hingga 3.500 porsi makanan per hari. Gambaran alur kerja di lapangan dapat dilihat pada simulasi operasional di SPPG Tanah Sareal, Kota Bogor. Di fasilitas tersebut, proses memasak berlangsung sejak pukul 01.00 hingga 06.00 WIB, dilanjutkan dengan pengemasan hidangan ke dalam wadah piring berbahan baja tahan karat (stainless steel). Distribusi tahap awal dikirim pukul 08.30 WIB untuk jenjang TK dan SD kelas 1-3, disusul pengiriman tahap kedua pukul 10.30 WIB untuk siswa SD kelas 4-6 hingga tingkat SMA sederajat, sementara proses pencucian wadah berlangsung hingga pukul 23.00 WIB.
Perkembangan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara IKN Fase 1 Menuju Target 2028

Mematangkan tahapan persiapan dan uji coba program makan bergizi gratis nasional di berbagai daerah, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Penyelenggara Pengusaha Jasaboga (PPJI), dan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) dalam menyelenggarakan Pelatihan Juru Masak. Pelatihan serentak ini diadakan di lima kota, yaitu Surakarta, Kupang, Balikpapan, Medan, dan Makassar, dengan melibatkan institusi pendidikan vokasi seperti SMKN 4 Surakarta, SMKN 3 Kupang, SMKN 4 Balikpapan, serta Politeknik Pariwisata Medan. Didukung mentor profesional seperti Chef Norman Ismail di Surakarta, Chef Risa Andhitia di Kupang, Chef Steby Rafael di Balikpapan, dan Chef Setyo Widyarto di Medan, kegiatan ini melatih sekitar 30 peserta per kota dengan alokasi anggaran Rp300 juta hingga Rp400 juta per lokasi, atau berkisar Rp1,2 miliar hingga Rp1,5 miliar secara total.
Dari sisi regulasi dan skema distribusi, BGN membagi frekuensi pengiriman makanan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dari Kementerian Kesehatan. Sebagian besar wilayah menerapkan jadwal makan lima hari sekolah sepekan (Senin sampai Jumat). Namun, wilayah prioritas intervensi dengan prevalensi stunting tinggi鈥攕eperti di beberapa provinsi di wilayah Indonesia timur, Papua, dan Sumatera鈥攕erta kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) menerima distribusi enam hari sekolah (Senin sampai Sabtu). Di samping itu, Kementerian Agama turut memperkuat kesiapan teknis melalui penerbitan Surat Edaran No. 10 Tahun 2024 sebagai acuan penerapan MBG di lingkungan pesantren.
Panduan dan Cara Cek Nomor NPWP secara Mandiri Menggunakan NIK dan KK

Kendati persiapan teknis terus bergulir dan pembiayaan diproyeksikan mendapat dukungan kerja sama internasional berupa investasi dari China senilai Rp157 triliun, aspek pembiayaan negara masih memicu perhatian pengamat. Peneliti CELIOS, Media Wahyudi Askar, menyoroti bahwa pagu APBN 2025 sebesar Rp71 triliun yang dialokasikan untuk menjangkau 19,47 juta penerima manfaat dinilai masih problematik dan relatif terbatas bila dibandingkan dengan kalkulasi kebutuhan riil program pemenuhan gizi berskala nasional tersebut.






