Ancaman tabrakan asteroid terhadap Bumi bukan lagi sekadar skenario fiksi ilmiah, melainkan sebuah risiko nyata yang terus diantisipasi oleh para ilmuwan. Sebagai langkah konkret untuk melindungi planet ini, badan antariksa Amerika Serikat (NASA) telah berhasil menguji coba metode pertahanan planet yang dirancang untuk membelokkan arah batu ruang angkasa yang berpotensi berbahaya. Teknik yang dikenal sebagai kinetic impactor ini menjadi andalan baru dalam upaya menjaga keselamatan Bumi dari potensi ancaman eksternal di masa depan.
Mekanisme kerja kinetic impactor tergolong sederhana namun membutuhkan presisi yang sangat tinggi. Teknik ini dilakukan dengan cara menabrakkan sebuah pesawat luar angkasa ke arah asteroid target dengan kecepatan tinggi untuk memberikan dorongan kecil pada pergerakannya. Guna menguji efektivitas konsep tersebut, NASA meluncurkan misi Double Asteroid Redirection Test (DART). Misi pembuktian ini mencapai puncaknya pada September 2022, ketika pesawat luar angkasa DART sengaja ditabrakkan ke Dimorphos, sebuah asteroid kecil yang mengorbit asteroid induk bernama Didymos.








