Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di lingkungan pendidikan tinggi memasuki babak regulasi baru. Pada Maret lalu, tujuh menteri resmi menandatangani keputusan bersama terkait pemanfaatan AI di dunia pendidikan. Melalui regulasi tersebut, dosen kini diwajibkan untuk menerapkan model evaluasi hasil belajar mahasiswa yang bebas dari pengaruh negatif AI generatif, atau yang diistilahkan sebagai genaiproof.
Langkah pengetatan ini diambil menyusul data yang tercantum dalam surat keputusan bersama tujuh menteri tersebut. Tercatat bahwa sebanyak 68% mahasiswa telah rutin memanfaatkan AI dalam mengerjakan tugas-tugas akademik. Namun, sekitar 40% di antaranya mengaku tidak yakin mengenai batas-batas etis dalam penggunaannya di dunia perkuliahan.
Temuan Aktivitas Otak dan Ketergantungan AI
Kekhawatiran mengenai dampak penggunaan teknologi ini terhadap proses berpikir mahasiswa sejalan dengan temuan riset akademis. Studi yang dilakukan oleh Nataliya Kosmyna dan koleganya di MIT Media Lab merekam aktivitas otak dari 54 partisipan penulis esai. Meskipun riset ini hingga kini belum melalui proses telaah sejawat, hasil pemindaian memperlihatkan bahwa konektivitas saraf partisipan menurun seiring dengan meningkatnya bantuan AI yang mereka terima.
Kemenkes, 25 Ribu Penyintas Gempa NTT Terserang ISPA

Pola penurunan konektivitas tersebut bahkan bertahan setelah intervensi dihentikan. Pada sesi lanjutan yang melibatkan 18 partisipan, kelompok yang beralih dari penggunaan AI kembali ke metode tanpa AI tetap menunjukkan konektivitas saraf yang rendah.
Pentingnya Gagasan Mandiri
Di sisi lain, temuan riset tersebut juga menunjukkan pentingnya inisiatif berpikir mandiri sebelum memanfaatkan bantuan teknologi. Partisipan yang menyusun gagasan mereka sendiri sebelum membuka dan menggunakan AI terbukti memperlihatkan daya ingat serta aktivasi otak yang lebih kuat dibandingkan partisipan yang sejak awal bersandar pada mesin.
Polda Jambi Sita 22.800 Liter Minyak Ilegal, 8 Tersangka Ditangkap

Fakta-fakta ini menegaskan urgensi penerapan evaluasi genaiproof di perguruan tinggi. Penataan evaluasi hasil belajar menjadi krusial agar mahasiswa tetap terdorong mengolah pemikiran secara mandiri, sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi kognitif dan mutu pendidikan di era kecerdasan artifisial.






