Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp18.055 per Dolar AS pada Jumat Pagi

Bambang HandayaniDiterbitkan 31 Jul 2026 - 20.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp18.055 per Dolar AS pada Jumat Pagi
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan kinerja positif pada pembukaan perdagangan akhir pekan ini. Pada Jumat (31/7) pagi, mata uang Garuda tersebut terpantau berada di posisi Rp18.055 per dolar AS. Posisi pembukaan ini menunjukkan adanya penguatan nilai tukar sebesar 56 poin apabila dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya. Peningkatan nilai tukar tersebut setara dengan persentase penguatan sebesar 0,31 persen, yang sekaligus menandai awal yang baik bagi pergerakan mata uang domestik pada hari ini.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Penguatan yang dialami oleh nilai tukar rupiah ini terjadi di tengah pergerakan mata uang di kawasan Asia yang cenderung bervariasi terhadap dolar AS. Beberapa mata uang negara tetangga di Asia terpantau berhasil mengikuti jejak positif mata uang Indonesia dengan mencatatkan apresiasi. Berdasarkan data pergerakan pasar, yuan China dilaporkan mengalami penguatan sebesar 0,03 persen terhadap dolar AS. Selain itu, peso Filipina juga mencatatkan kenaikan nilai tukar yang cukup baik, yakni sebesar 0,31 persen, sementara ringgit Malaysia turut terapresiasi sebesar 0,10 persen.

Meskipun demikian, tren positif tersebut tidak dialami oleh seluruh mata uang di kawasan Benua Kuning. Sebagian mata uang regional lainnya justru terpantau mengalami pelemahan terhadap mata uang negara adidaya tersebut pada Jumat pagi. Dolar Singapura, misalnya, mencatatkan penurunan nilai tukar sebesar 0,19 persen. Pelemahan yang lebih dalam dialami oleh yen Jepang yang merosot hingga 0,70 persen, serta won Korea Selatan yang mengalami koreksi cukup signifikan sebesar 0,78 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong hanya mengalami pelemahan yang sangat tipis, yaitu sebesar 0,01 persen.

Baca Juga

Gubernur Sementara BI Tegaskan Dampak Era Suku Bunga Tinggi Global terhadap Ekonomi Indonesia

Gubernur Sementara BI Tegaskan Dampak Era Suku Bunga Tinggi Global terhadap Ekonomi Indonesia

Di luar kawasan Asia, tren pergerakan nilai tukar juga menunjukkan pelemahan yang dialami oleh sejumlah mata uang utama dari negara-negara maju secara serempak terhadap dolar AS. Mata uang Euro Eropa tercatat mengalami penurunan sebesar 0,12 persen pada perdagangan pagi ini. Kondisi serupa juga terjadi pada mata uang poundsterling Inggris yang mengalami koreksi sebesar 0,07 persen. Pelemahan tersebut juga merembet ke pergerakan dolar Australia yang menyusut sebesar 0,04 persen, dolar Kanada yang turun tipis sebesar 0,01 persen, serta franc Swiss yang terdepresiasi sebesar 0,20 persen.

Menanggapi pergerakan nilai tukar tersebut, Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya terkait dinamika pasar saat ini. Menurut Lukman, dolar AS saat ini sedang mengalami pelemahan yang cukup tajam di pasar valuta asing. Ia memproyeksikan bahwa pelemahan mata uang Amerika Serikat tersebut sangat dipengaruhi oleh rilis data ekonomi negara tersebut yang berada di bawah ekspektasi pasar. Secara lebih terperinci, data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) serta data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat dilaporkan jauh lebih lemah daripada perkiraan sebelumnya.

Baca Juga

Harga Emas Antam Naik ke Rp2,623 Juta per Gram pada Jumat (31/7)

Harga Emas Antam Naik ke Rp2,623 Juta per Gram pada Jumat (31/7)

Kendati nilai tukar rupiah berhasil mengawali perdagangan hari ini dengan performa yang cukup solid, Lukman Leong memberikan catatan penting mengenai potensi hambatan yang ada. Ia menjelaskan bahwa laju apresiasi mata uang Indonesia tersebut kemungkinan besar akan tertahan oleh sejumlah faktor risiko, baik dari kancah global maupun internal. Beberapa sentimen penahan tersebut meliputi eskalasi konflik geopolitik yang saat ini sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah, tren kenaikan harga minyak mentah dunia, serta kondisi sentimen domestik di dalam negeri yang dinilai masih cukup lemah.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor pendorong dari pelemahan dolar AS serta sentimen penghambat dari kondisi global dan domestik tersebut, Lukman Leong memberikan estimasi mengenai rentang pergerakan mata uang Garuda. Analis dari Doo Financial Futures ini memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak secara fluktuatif di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.050 per dolar AS. Rentang pergerakan ini diproyeksikan akan berlangsung sepanjang waktu perdagangan pada hari ini, seiring dengan respons pelaku pasar terhadap berbagai dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

rupiahnilai tukardolar aspasar uangEkonomi

Berita Terbaru Lainnya

Gubernur Sementara BI Tegaskan Dampak Era Suku Bunga Tinggi Global terhadap Ekonomi IndonesiaKlarifikasi Garuda Indonesia Terkait Rencana Konsolidasi dengan Pelita AirHarga Emas Antam Naik ke Rp2,623 Juta per Gram pada Jumat (31/7)Harga Emas Antam Naik Lagi, Sentuh Rp 2.623.000 per GramPetani Pulau Meti Andalkan Pengolahan Kopra sebagai Penopang Utama Ekonomi KeluargaStrategi Bank Indonesia Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Era Suku Bunga Tinggi GlobalPemangkasan DBH Jakarta Capai Rp15 Triliun, HNW Sebut Pramono Anung Miliki Jalur Tol ke DPROegroseno Jelaskan Proses Hibah dan Pengadaan Lahan Sepolwan ke Kortas Tipidkor Polri

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap