Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan bahwa sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di dalam wilayah delineasi IKN berjarak cukup jauh dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Berdasarkan pemantauan otoritas, titik api terdekat berada pada jarak sekitar 30 hingga 40 kilometer dari kawasan inti tersebut.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, mengklarifikasi luasan 458 hektare yang sempat dilaporkan. Angka tersebut mencakup keseluruhan area terdampak yang memiliki sebaran titik api, bukan luasan lahan yang seluruhnya terbakar. Saat ini, dua kawasan yang menjadi perhatian utama penanganan adalah Bukit Tengkorak dan Wonotirto.
WALHI Catat 15 TPA Terbakar Sepanjang 2026, Desak Praktik Open Dumping Segera Dihentikan

Penanganan karhutla di lapangan dilakukan secara intensif melalui jalur darat maupun udara. Pada Selasa (8/9/2026) pagi, tim gabungan yang terdiri atas Otorita IKN, TNI, Polri, dan Jasa Marga langsung memadamkan titik api yang ditemukan di Tol Balikpapan-Samarinda Kilometer 31. Selain pengerahan personel darat, operasi pengeboman air (water bombing) oleh TNI AU bersama BNPB, TNI, dan BMKG dikerahkan untuk mengatasi titik-titik yang sulit diakses, termasuk di kawasan Bukit Tengkorak dan Bukit Merdeka.
Upaya pencegahan dan pemadaman ini diperketat menyusul instruksi Presiden Prabowo Subianto agar karhutla tidak menembus zona inti IKN. Presiden memerintahkan BNPB berkoordinasi dengan Panglima TNI terkait penempatan helikopter angkut berat jenis Chinook untuk mempercepat pemadaman api di sekitar ibu kota baru.
WN China Buka Kantor Judol di Tangerang, 7 Pelaku Ditangkap

Dalam laporan penanganan karhutla nasional, kebakaran lahan terbesar tercatat terjadi di Kalimantan Barat dengan luas mencapai 38.000 hektare, sementara Kepala BNPB Letjen Suharyanto melaporkan bahwa kawasan dengan titik api terbakar yang paling banyak belum padam berada di Provinsi Riau.






