JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) saat ini tengah mempersiapkan pembangunan infrastruktur konektivitas utama di ibu kota, yaitu Pedestrian Deck Dukuh Atas. Berdasarkan rencana kerja perusahaan, PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas tersebut dapat selesai seluruhnya pada akhir tahun 2028 mendatang. Proyek pembangunan infrastruktur pejalan kaki ini diproyeksikan akan menjadi proyek integrasi antarmoda transportasi publik yang terbesar di wilayah Jakarta, dan bahkan menjadi yang terbesar di seluruh Indonesia.
Fokus utama dari pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas adalah untuk menciptakan integrasi yang mulus bagi para pengguna transportasi umum. Nantinya, dek pejalan kaki tersebut akan mengintegrasikan enam moda transportasi publik sekaligus di satu kawasan. Keenam moda transportasi publik yang akan terhubung melalui infrastruktur ini meliputi layanan MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, armada bus Transjakarta, layanan kereta KRL Commuter Line, dan juga layanan KA Bandara.
Terkait dengan kebutuhan anggaran untuk merealisasikan proyek infrastruktur ini, pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas membutuhkan dana yang cukup besar. Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, menyebutkan bahwa nilai investasi untuk proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 miliar. Agus Trihan juga menjelaskan bahwa saat ini proyek tersebut masih berada dalam fase tender, dan pihaknya telah mengumumkan bahwa angka investasinya berada di kisaran Rp 300-an miliar.
Dalam hal skema pembiayaan proyek, telah dipastikan bahwa pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta. Pembiayaan proyek infrastruktur ini akan bersumber dari dua jalur utama. Sebagian dari kebutuhan dana pembangunan akan menggunakan dana internal dari pihak MRT, sementara sebagian lainnya rencananya akan menggunakan dana yang berasal dari pinjaman atau loan.
Serial Widow's Bay Mendominasi Emmy Awards 2026

Untuk memastikan kelangsungan operasional setelah pembangunan selesai, pihak pengelola telah merancang strategi bisnis khusus. Pedestrian Deck Dukuh Atas direncanakan bakal hidup dan membiayai operasionalnya dari pemasukan biaya iklan. Strategi ini dipilih sebagai sumber pendapatan utama untuk menjaga keberlangsungan dari fasilitas dek pejalan kaki tersebut pada masa mendatang.
Sejalan dengan fokus pada pendapatan dari iklan, pihak pengelola juga memutuskan untuk membatasi ruang komersial lainnya. PT MRT Jakarta (Perseroda) tidak berencana menempatkan banyak gerai ritel di area Pedestrian Deck Dukuh Atas. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan bahwa imbal hasil atau return dari penyewaan gerai ritel di lokasi tersebut dinilai tidak menjanjikan untuk jangka waktu ke depan.
Keberadaan ritel di area Pedestrian Deck Dukuh Atas nantinya hanya akan dibuat secara terbatas untuk area aktivasi saja. Pihak pengelola menegaskan bahwa mereka tidak akan membangun restoran, dan juga tidak akan membuat area khusus bagi orang untuk duduk nongkrong di fasilitas tersebut. Sebagai gantinya, fasilitas komersial akan lebih diarahkan pada bentuk gerobak dorong atau pushcart, serta penyediaan mesin penjual otomatis atau vending machine.
Basarnas Sebut Bangkai KM Virgo Masih Bergerak Akibat Ruang Kosong di Kapal

Selain mengatur aspek komersial, desain dari Pedestrian Deck Dukuh Atas juga sangat memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Infrastruktur pejalan kaki ini akan dibuat ramah lingkungan dengan mengandalkan banyak ventilasi udara natural. Selain itu, bangunan ini juga akan dilengkapi dengan area tertutup kaca. Desain ini bertujuan untuk mencoba mengurangi tingkat penggunaan listrik, apalagi saat beroperasi di siang hari.
Aspek inklusivitas bagi seluruh kalangan masyarakat juga menjadi prioritas dalam pembangunan proyek ini. Pedestrian Deck Dukuh Atas didesain secara khusus agar menjadi fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Untuk mendukung mobilitas yang setara, infrastruktur ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti lift atau elevator, eskalator, serta taktil pemandu jalan. Selain itu, akan tersedia juga fasilitas ramp yang dirancang khusus untuk mempermudah akses bagi pengguna kereta bayi atau stroller dan juga pengguna kursi roda.






