Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pembentukan dan pembiayaan proyek di bawah Danantara Development Management Fund (DDMF) tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Keputusan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan, Ferry Ardiyanto, dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Jakarta Pusat, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Entitas baru ini dirancang untuk menopang proyek-proyek strategis jangka panjang tanpa menguras kas negara.
Bagaimana skema pendirian dan pendanaan awal DDMF?
DDMF dibangun sepenuhnya dengan menggunakan anggaran dari kantong Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, bukan dari APBN. Sebagai bagian dari ekosistem Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), lembaga ini memiliki kemandirian anggaran untuk memulai operasionalnya. Langkah ini diambil agar instrumen investasi baru ini tidak menambah beban fiskal langsung pada anggaran belanja tahunan pemerintah.
Mengapa pemerintah membentuk DDMF dan apa tujuannya?
Pemerintah Siapkan Insentif Pajak untuk Percepat Pengembangan Geotermal

Pembentukan wadah ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Jumat, 14 Agustus 2026. DDMF ditujukan sebagai instrumen khusus untuk mengembangkan serta mendanai berbagai proyek strategis jangka panjang. Proyek-proyek ini umumnya merupakan inisiatif yang belum bisa dibiayai oleh investasi komersial biasa karena sifatnya yang berjangka panjang. Presiden Prabowo menekankan bahwa kehadiran DDMF sangat krusial agar proyek strategis nasional tidak sepenuhnya bergantung pada APBN.
Bagaimana cara DDMF membiayai proyek tanpa menggunakan APBN?
Untuk mendanai proyek-proyek yang dikelola, DDMF akan memanfaatkan skema pembiayaan inovatif, salah satunya adalah pembiayaan campuran atau blended finance. Skema blended finance ini bekerja dengan menggabungkan dana dari sumber publik, filantropi, serta sektor swasta ke dalam satu struktur pembiayaan terpadu. Melalui penggabungan ini, proyek-proyek yang awalnya dinilai terlalu berisiko tinggi atau kurang menarik secara komersial dapat dikemas menjadi lebih layak dan aman bagi para investor swasta.
PINTU Luncurkan Pintu Futures Lite untuk Trading Derivatif Crypto

Proyek prioritas apa saja yang rencananya akan didanai oleh lembaga ini?
Sejumlah program ambisius di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan mendapatkan aliran dana dari DDMF. Di antaranya adalah proyek sepeda motor listrik nasional (molinas), proyek pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall), serta proyek Mobil Listrik Nasional yang ditargetkan selesai pada tahun 2028. Kehadiran DDMF diharapkan menjadi solusi pembiayaan alternatif yang efektif untuk mewujudkan kemandirian industri dan infrastruktur nasional tersebut tanpa mengganggu stabilitas APBN.






