Berita Viral Terkini

Pemerintah Padukan Sains dan Karakter Melalui Revitalisasi Sekolah di Yogyakarta

Marthen PalutunganPublished 26 Jul 2026 - 15.200 Reads
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Padukan Sains dan Karakter Melalui Revitalisasi Sekolah di Yogyakarta
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Pendidikan nasional kini tengah diarahkan untuk tidak sekadar melahirkan generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara karakter dan sosial. Langkah nyata ini terlihat saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meresmikan fasilitas pendidikan baru di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui peresmian laboratorium baru di Sleman dan dimulainya revitalisasi pendidikan anak usia dini di Bantul, pemerintah mencoba merajut harmoni antara penguasaan teknologi modern dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.

Di Sleman, tepatnya di SMP Bumi Cendekia, sebuah babak baru pembelajaran dimulai dengan hadirnya Gedung Laboratorium IPA serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Fasilitas yang didanai melalui Program Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025 ini dirancang bukan sekadar sebagai wadah alat-alat praktikum. Pemerintah memproyeksikan ruang ini sebagai laboratorium hidup tempat siswa dapat mengasah nalar kritis, bereksperimen, dan berkolaborasi secara aktif untuk memecahkan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Also Read

Lawan Stigma Negatif Mahasiswa di Yogyakarta Ujian Proposal Tesis Pakai Kostum Kamen Rider

Keberadaan laboratorium ini menjadi sangat krusial karena berada di lingkungan Pesantren Bumi Cendekia. Pengasuh pondok pesantren tersebut, Tuan Guru Hairus Salim H.S, menyambut baik dukungan ini sebagai pemantik semangat bagi para santri yang datang dari berbagai pelosok negeri, mulai dari Sumatra hingga Papua. Dengan fasilitas penunjang yang memadai, para santri diharapkan mampu menguasai perkembangan teknologi tanpa harus tercerabut dari akar nilai-nilai keagamaan. Terlebih lagi, lembaga ini berkomitmen menerapkan sistem pengelolaan yang kolegial dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Pada hari yang sama, fokus pembangunan SDM bergeser ke wilayah Bantul melalui peletakan batu pertama revitalisasi TK 'Aisyiyah Pembina Banguntapan. Langkah ini merefleksikan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini (PAUD). Wamendikdasmen menegaskan bahwa masa kanak-kanak adalah fase krusial bagi seseorang untuk mulai mengenali identitas diri, belajar menghargai sesama, serta memupuk rasa ingin tahu yang tinggi. Investasi pada pendidikan anak usia dini ini dipandang sebagai pilar penting dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Also Read

Dua Matematikawan Tiongkok Cetak Sejarah Baru di Fields Medal

Di tengah derasnya arus digitalisasi, kementerian juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas interaksi sosial di sekolah. Hal ini ditegaskan melalui Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 yang mengatur tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Kebijakan ini bukan bertujuan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan untuk mengembalikan gawai pada fungsinya sebagai instrumen belajar yang efektif, bukan sebagai sumber distraksi yang merusak komunikasi langsung antarsiswa. Melalui kombinasi revitalisasi fisik, pembatasan ruang digital yang sehat, dan pembentukan karakter, pemerintah berupaya mencetak generasi masa depan yang seimbang secara intelektual dan emosional.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca