Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 12 September 2026 mendatang. Langkah ini diambil guna memastikan pelayanan bagi warga terdampak tetap berjalan optimal sejak gempa mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyatakan bahwa perpanjangan status selama dua pekan ini dilakukan bukan karena kekhawatiran atas kondisi wilayah, melainkan demi menjaga kesinambungan penanganan di lapangan. Hingga Kamis malam, belasan ribu warga dilaporkan telah menerima pelayanan logistik dan tempat bernaung di titik-titik pengungsian. Pemerintah daerah pun masih memusatkan seluruh sumber daya pada fase darurat dan belum mengalihkan prioritas ke tahap rekonstruksi fisik.
Water Mist Buat Sebaran PM10 dan PM2.5 di Jakarta Menyempit

Guna menopang operasional selama masa perpanjangan, Pemkab Manggarai Barat menyiapkan anggaran darurat sekitar Rp13 miliar serta mendistribusikan 51 ton beras kepada masyarakat. Kebutuhan perlindungan pengungsi berupa 9.742 lembar terpal juga terus dipenuhi secara bertahap. Sebanyak 2.250 lembar disediakan langsung oleh pemkab, sedangkan kekurangannya ditopang bantuan donatur dan pasokan logistik yang didatangkan dari luar daerah, termasuk Surabaya. Distribusi logistik ke wilayah perairan dan pulau-pulau terpencil di Manggarai Barat dilakukan dengan bantuan armada kapal patroli Ditpolairud.
Selama masa darurat berlangsung, kegiatan belajar mengajar untuk semua jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA di Manggarai Barat dialihkan secara daring demi keselamatan para siswa.
Anggota Komisi III Jamin RUU Perampasan Aset Tak Sasar Warga yang Salah Isi SPT

Arus dukungan dan bantuan kemanusiaan juga terus mengalir dari berbagai pihak. Presiden Prabowo mengumumkan penyaluran dana sebesar Rp200 miliar untuk penanganan dampak gempa saat menghadiri rapat di Posko Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo. Selain itu, PPNK 73 Lemhannas RI menyalurkan donasi tunai Rp280 juta serta bantuan logistik senilai Rp420 juta, sementara Baznas RI mendistribusikan 500 Paket Logistik Keluarga di Posko Golo Conggo, Kabupaten Manggarai.






