Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya memperkuat ekosistem digital di wilayahnya. Langkah terbaru yang diambil adalah peluncuran program strategis bernama Gerakan One Marketplace atau disingkat GOM. Inisiatif ini dirancang oleh jajaran pemerintah provinsi dengan tujuan utama untuk mengoptimalkan sekaligus memperluas jangkauan pemanfaatan platform belanja digital daerah yang dikenal dengan sebutan Bajubodo. Melalui gerakan yang masif ini, pemerintah menargetkan penyebaran sistem belanja daring tersebut agar dapat diimplementasikan secara merata dan terintegrasi di seluruh 24 kabupaten dan kota yang tersebar di wilayah Sulawesi Selatan.
Platform digital andalan daerah ini memiliki nama resmi Bajubodo, yang merupakan singkatan dari Belanja Langsung Barang melalui Order Online. Sistem e-marketplace ini secara khusus dirancang untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan belanja barang oleh instansi pemerintah melalui metode daring yang jauh lebih praktis, efisien, dan transparan. Kehadiran Bajubodo di tengah sistem pemerintahan diharapkan tidak hanya mampu menyederhanakan proses birokrasi dalam pengadaan barang dan jasa, tetapi juga diyakini dapat memberikan peluang ekonomi yang jauh lebih besar bagi para pelaku usaha di tingkat lokal untuk ikut serta dalam rantai pasok pemerintah.
Perjalanan pengembangan platform Bajubodo sendiri telah melalui proses yang cukup panjang selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan catatan perkembangan sistem, inisiasi awal dari pembuatan platform belanja digital kebanggaan Sulawesi Selatan ini sudah mulai digagas sejak tahun 2022 yang lalu. Setelah melalui berbagai tahapan persiapan, uji coba, dan penyempurnaan sistem secara komprehensif, Bajubodo kemudian mulai diaplikasikan secara efektif untuk mendukung seluruh operasional pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan pada tahun 2023.
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.592.000 per Gram pada 15 September 2026

Penerimaan terhadap sistem ini menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga saat ini, data mencatat sudah ada sebanyak 30.777 produk yang telah sukses ditayangkan dan siap dipesan melalui katalog sistem Bajubodo. Seluruh variasi produk tersebut disediakan secara langsung oleh 1.046 mitra penyedia barang dan jasa yang telah terdaftar. Menariknya, sebagian besar dari mitra penyedia tersebut merupakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang saat ini berdomisili di wilayah Kota Makassar. Aktivitas transaksi di dalam platform ini juga terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, di mana nilai transaksi melalui Bajubodo pada tahun 2025 tercatat telah berhasil menyentuh angka Rp45,61 miliar.
Terkait dengan pengembangan program ini ke depan, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Irawan Dermayasamin Ibrahim, memberikan penjelasan secara rinci. Ia memaparkan bahwa program perluasan ini telah dibagi secara sistematis ke dalam beberapa tahapan target pencapaian. Untuk target dalam jangka pendek, proyek perubahan ini akan difokuskan secara penuh pada penyusunan skema pengembangan fungsi dari e-marketplace milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah skema tersebut berhasil dirumuskan dengan matang, langkah implementasi berikutnya dalam fase jangka pendek ini adalah melakukan uji coba pemanfaatan sistem di satu wilayah kabupaten dan satu wilayah kota di Sulawesi Selatan.
Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu Jadi Rp2,592 Juta per Gram

Apabila fase jangka pendek tersebut telah terealisasi dengan baik, program strategis ini akan langsung dilanjutkan memasuki tahap jangka menengah. Pada tahapan krusial ini, pemanfaatan platform belanja Bajubodo ditargetkan dapat berkembang secara lebih masif untuk menjadi wadah pemasaran utama bagi berbagai jenis produk lokal. Ruang lingkup pemasaran dalam sistem ini akan memberikan prioritas utama pada produk-produk hasil olahan dari para pelaku UMKM lokal. Target utamanya adalah memastikan jangkauan wilayah operasional dan pemasaran produk tersebut dapat mencakup seluruh 24 kabupaten dan kota di wilayah Sulawesi Selatan tanpa terkecuali.
Sebagai puncaknya, untuk rencana jangka panjang, Gerakan One Marketplace Sulawesi Selatan ini secara khusus diarahkan untuk membangun sebuah ekosistem pasar digital yang terintegrasi secara utuh dan berkesinambungan. Ekosistem digital ini nantinya diproyeksikan akan berfungsi sebagai jembatan penghubung yang sangat solid antara pihak pemerintah daerah dengan para pelaku UMKM lokal yang tersebar di seluruh pelosok Sulawesi Selatan. Dengan terbentuknya ekosistem pasar digital yang kuat tersebut, diharapkan sinergi antara sektor belanja publik dan sektor usaha mikro dapat berjalan semakin dinamis, sekaligus memberikan dampak yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kemajuan ekonomi di daerah.






