Pengembangan ekosistem serta kesiapan infrastruktur pendukung memegang peranan krusial dalam mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik sekaligus meningkatkan adopsi kendaraan ramah lingkungan tersebut oleh masyarakat di Tanah Air. Ketersediaan sarana penunjang yang memadai menjadi salah satu faktor penentu minat publik untuk beralih ke kendaraan listrik.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi, dalam dialog bersama Bunga Cinka di program AutoBizz, CNBC Indonesia, Rabu (26/8/2026). Budi menyoroti pentingnya penguatan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh demi mempercepat realisasi transisi energi di sektor transportasi roda dua.
Keterbatasan Fasilitas Pengisian Khusus Motor Listrik
Salah satu tantangan nyata yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan sarana pengisian daya. Mayoritas fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang telah dibangun dan beroperasi saat ini masih diperuntukkan bagi mobil listrik, sedangkan infrastruktur pengisian daya untuk sepeda motor listrik masih terbilang cukup terbatas.
Gunung Sinabung Berstatus Siaga Level III, Warga Diimbau Waspada

Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius agar penguatan infrastruktur pengisian daya dapat merata bagi seluruh jenis kendaraan listrik. Tidak hanya SPKLU, keberadaan fasilitas bengkel pendukung untuk motor listrik maupun mobil listrik juga menjadi elemen krusial dalam menopang kenyamanan para pengguna.
Peran Program MOLINAS dan Skema Pendukung
Peluncuran program Motor Listrik Nasional (MOLINAS) diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mendongkrak adopsi motor listrik di Indonesia. Namun, keberhasilan inisiatif ini perlu ditopang oleh penguatan sarana infrastruktur terkait, mulai dari stasiun pengisian daya hingga jaringan bengkel perawatan.
Saat Wapres Pilih Mengundurkan Diri Gara-Gara Ribut dengan Presiden

Selain kesiapan fisik di lapangan, akselerasi adopsi motor listrik melalui program MOLINAS juga dinilai memerlukan dukungan terpadu lainnya. Penguatan ekosistem industri, kemudahan skema pembiayaan bagi masyarakat, serta kepastian rencana insentif dari pemerintah diharapkan dapat saling melengkapi guna mendorong penetrasi motor listrik secara optimal.






