Pihak kepolisian masih menyelidiki peristiwa kematian seorang pria bernama Bambang yang ditemukan saat terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026) malam.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannudin menjelaskan bahwa proses pengumpulan data dan bukti di tempat kejadian perkara masih terus berjalan guna mengungkap kronologi insiden tersebut.
"Yang meninggal dunia, kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh," ujar Iman, Sabtu (29/8/2026).
Kronologi Evakuasi Korban
Bambang awalnya ditemukan dalam kondisi pingsan di sekitar lokasi peristiwa. Proses evakuasi dilakukan setelah area kericuhan dipastikan aman oleh aparat.
Api Kebakaran Lahan Menjalar ke TPA Galuga, Lebih 42 Ha Terbakar

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan pertimbangan keamanan menjadi dasar sebelum langkah evakuasi dijalankan. Menurutnya, Polri harus memperhitungkan situasi lapangan agar proses evakuasi aman bagi petugas yang turun ke lokasi.
Setelah kondisi dinyatakan terkendali, tim Biddokkes Polda Metro Jaya langsung mengevakuasi korban menuju fasilitas kesehatan terdekat, yakni Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Mintohardjo. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat menerima penanganan medis.
Jenazah Bambang kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada rentang waktu pukul 23.30 WIB hingga tengah malam guna menjalani proses identifikasi serta pemeriksaan visum.
Polisi Ungkap Alasan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Lewat Jalur Udara

Penolakan Autopsi oleh Pihak Keluarga
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian Bambang, penyidik kepolisian telah menemui pihak keluarga korban, termasuk anak kandungnya, dan mengajukan permohonan prosedur autopsi medis.
Kendati demikian, pihak keluarga memutuskan untuk tidak menyetujui langkah bedah jenazah tersebut. Keluarga korban telah resmi menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi, sehingga kepolisian belum dapat memastikan penyebab medis kematian korban dari hasil uji forensik menyeluruh.






