Kegagalan tim nasional Jerman di ajang Piala Dunia 2026 telah memicu gelombang perubahan besar di tubuh federasi sepak bola mereka. Tidak ingin terus terpuruk, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) kini tengah merancang revolusi total untuk mengembalikan kejayaan Die Mannschaft. Salah satu langkah paling krusial yang sedang dipersiapkan adalah penunjukan sosok baru untuk mengisi pos Direktur Olahraga. Mantan bek tangguh yang turut mengantar Jerman menjuarai Piala Dunia 2014, Per Mertesacker, kini muncul sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan posisi yang saat ini masih dipegang oleh sang legenda, Rudi Voller.
Rencana perombakan manajemen ini bukanlah keputusan impulsif yang diambil setelah hasil buruk di turnamen major baru-baru ini. Presiden DFB, Bernd Neuendorf, menegaskan bahwa nama Mertesacker sebenarnya sudah lama masuk dalam radar internal federasi. Bahkan, pembicaraan mengenai peran strategis ini telah dimulai sejak satu setengah tahun yang lalu, melibatkan tokoh penting seperti Andreas Rettig dan Rudi Voller sendiri. Sinyal positif pun telah dikirimkan oleh Mertesacker, yang mengindikasikan ketertarikannya untuk pulang kampung dan memimpin proyek restrukturisasi sepak bola negaranya.
Ujian Skuad Baru Thailand di Markas Laos pada Laga Pembuka Piala AFF 2026

Keputusan DFB melirik Mertesacker sangat beralasan jika melihat rekam jejaknya setelah pensiun sebagai pemain profesional. Setelah membela klub-klub besar seperti Hannover 96, Werder Bremen, dan menjadi pemimpin di Arsenal, pria bertubuh jangkung ini tidak memilih jalur instan menjadi pelatih tim utama. Ia justru memilih jalan sunyi dengan mengelola akademi muda Arsenal di London Utara. Di bawah kepemimpinannya, akademi The Gunners sukses melahirkan generasi emas baru seperti Bukayo Saka dan Emile Smith Rowe, hingga talenta muda potensial lainnya seperti Ethan Nwaneri, Myles Lewis-Skelly, Max Dowman, dan Marli Salmon. Kemampuan manajerial dalam mengendus dan mengembangkan bakat muda inilah yang sangat dibutuhkan Jerman saat ini.
Langkah DFB meminang Mertesacker tampaknya menjadi bagian dari kepingan puzzle terakhir dalam rencana besar mereka. Sebelumnya, federasi telah membuat gebrakan luar biasa dengan menunjuk mantan manajer Liverpool, Juergen Klopp, untuk mengisi kursi pelatih kepala menggantikan Julian Nagelsmann. Kehadiran duet Klopp di sisi teknis lapangan dan potensi masuknya Mertesacker di jajaran manajemen puncak diharapkan mampu menciptakan sinergi yang sempurna. DFB ingin memadukan karakter pemenang dan karisma Klopp dengan visi pembinaan jangka panjang yang dimiliki oleh Mertesacker.
Ujian Perdana Juara Bertahan Vietnam Menghadapi Kolektivitas Timor Leste di Piala AFF 2026

Tantangan besar tentu sudah menanti Mertesacker jika ia resmi menjabat nanti. Menggantikan Rudi Voller yang memiliki pengaruh besar di sepak bola Jerman bukanlah perkara mudah. Namun, dengan pengalaman internasionalnya sebagai pemain dan keberhasilannya membangun sistem pembinaan usia muda di Inggris, Mertesacker dinilai sebagai sosok paling tepat untuk menjembatani masa lalu Jerman yang gemilang dengan masa depan yang penuh ketidakpastian. DFB kini menaruh harapan besar pada proses regenerasi ini demi mengembalikan reputasi Jerman sebagai raksasa sepak bola dunia yang disegani.






