Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengumumkan kebutuhan dana darurat sebesar US$14 juta atau sekitar Rp246,4 miliar menyusul eskalasi konflik bersenjata di Yaman yang telah memaksa lebih dari 100.000 orang meninggalkan rumah mereka. Lonjakan permusuhan antara kelompok milisi Houthi dan pasukan pemerintah yang diakui secara internasional memicu krisis kemanusiaan baru di sepanjang pesisir barat negara tersebut.
Eskalasi pertempuran meluas setelah milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran bergerak cepat merebut kendali atas seluruh garis pantai Laut Merah Yaman. Langkah militer tersebut ditujukan untuk memperkuat cengkeraman Houthi di Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden sekaligus menjadi rute alternatif pengapalan internasional.
Pertempuran sengit ini berdampak langsung pada warga sipil di berbagai kota pesisir. Di Hodeidah, warga bernama Hussein Haydara terpaksa membawa keluarganya melarikan diri secara mendadak di tengah desingan peluru, tembakan artileri, mortir, dan ancaman penembak jitu. Kejadian serupa menimpa Aisha Muhammad, yang terpaksa meninggalkan lima anaknya di desa dekat kota pelabuhan Mocha saat wilayah tersebut diserbu Houthi pada pekan lalu.
Penduduk Jepang Usia 1 Abad Meningkat di Saat Turunnya Populasi

Selain memicu gelombang pengungsian di dalam negeri, konflik ini mendorong eksodus lintas batas yang berisiko tinggi. Ribuan warga nekat menyeberangi perairan berbahaya di Selat Bab al-Mandeb demi mencari perlindungan ke Djibouti di kawasan Tanduk Afrika. UNHCR mencatat lebih dari 2.400 orang telah menyeberangi selat tersebut hanya dalam kurun waktu empat hari, dengan mayoritas rombongan terdiri atas perempuan, anak-anak, dan lansia.
Perwakilan UNHCR di Djibouti, Sandrine Desamours, mengungkapkan bahwa para pengungsi tiba di pesisir Afrika dalam kondisi kelelahan fisik yang parah, mengalami tekanan psikologis berat, serta hanya membawa sedikit barang bawaan setelah menempuh perjalanan laut yang berbahaya.
Houthi Bantah Serang Mekkah Usai Arab Saudi Rilis Peringatan Darurat

Kondisi di Yaman kian rumit karena negara tersebut juga menampung lebih dari 65.000 pengungsi dan pencari suaka terdaftar yang sebagian besar berasal dari Somalia dan Ethiopia. Kelompok rentan ini kini turut menghadapi risiko mematikan di tengah pertempuran yang meluas.
UNHCR menegaskan bahwa dana bantuan yang diminta akan difokuskan untuk penyediaan kebutuhan paling mendesak bagi keluarga pengungsi di Yaman maupun mereka yang baru tiba di Djibouti. Bantuan mendesak tersebut mencakup tempat penampungan darurat, pasokan makanan, akses air bersih, layanan perawatan medis, serta perlindungan dasar seiring semakin padatnya lokasi-lokasi penampungan.






