Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami fluktuasi yang menjadi sorotan sepanjang pekan terakhir bulan Juli. Mata uang Garuda tercatat mengalami pelemahan hingga menembus level psikologis Rp18.100 per dolar AS. Meskipun tren penurunan ini cukup signifikan, para analis pasar uang menilai bahwa pelemahan tersebut tidak serta-merta akan langsung berlanjut ke level Rp18.500 per dolar AS dalam waktu dekat. Pergerakan nilai tukar ini masih akan sangat bergantung pada berbagai sentimen global maupun respons pemerintah terhadap isu-isu domestik yang ada.
Sepanjang pekan terakhir Juli, pergerakan rupiah beberapa kali menyentuh level psikologis Rp18.100 per dolar AS. Berdasarkan data perdagangan, mata uang domestik ini ditutup pada level Rp18.100 per dolar AS pada tanggal 28 Juli. Tekanan terhadap rupiah ternyata masih berlanjut pada keesokan harinya. Pada tanggal 29 Juli, nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan hingga berada di posisi Rp18.108 per dolar AS. Puncak dari tren pelemahan tersebut terjadi pada tanggal 30 Juli, ketika rupiah merosot dan menyentuh level Rp18.111 per dolar AS, yang sekaligus tercatat sebagai level terlemah sepanjang pekan tersebut.








