Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Pergerakan Rupiah Usai Tembus Rp18.100 per Dolar AS dan Prospek ke Depan

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 1 Agu 2026 - 15.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pergerakan Rupiah Usai Tembus Rp18.100 per Dolar AS dan Prospek ke Depan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami fluktuasi yang menjadi sorotan sepanjang pekan terakhir bulan Juli. Mata uang Garuda tercatat mengalami pelemahan hingga menembus level psikologis Rp18.100 per dolar AS. Meskipun tren penurunan ini cukup signifikan, para analis pasar uang menilai bahwa pelemahan tersebut tidak serta-merta akan langsung berlanjut ke level Rp18.500 per dolar AS dalam waktu dekat. Pergerakan nilai tukar ini masih akan sangat bergantung pada berbagai sentimen global maupun respons pemerintah terhadap isu-isu domestik yang ada.

Sepanjang pekan terakhir Juli, pergerakan rupiah beberapa kali menyentuh level psikologis Rp18.100 per dolar AS. Berdasarkan data perdagangan, mata uang domestik ini ditutup pada level Rp18.100 per dolar AS pada tanggal 28 Juli. Tekanan terhadap rupiah ternyata masih berlanjut pada keesokan harinya. Pada tanggal 29 Juli, nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan hingga berada di posisi Rp18.108 per dolar AS. Puncak dari tren pelemahan tersebut terjadi pada tanggal 30 Juli, ketika rupiah merosot dan menyentuh level Rp18.111 per dolar AS, yang sekaligus tercatat sebagai level terlemah sepanjang pekan tersebut.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Memasuki akhir pekan, tekanan terhadap mata uang Garuda mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada perdagangan hari Jumat (31/7), nilai tukar rupiah berhasil berbalik arah dan mencatatkan penguatan. Rupiah ditutup pada level Rp18.022 per dolar AS pada sesi perdagangan tersebut. Posisi penutupan di hari Jumat ini mencerminkan kenaikan sebesar 89 poin, atau menguat sekitar 0,49 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya.

Baca Juga

Tantangan Pemulihan Pariwisata RI, Menilik Strategi Sistem Informasi ala Jepang

Tantangan Pemulihan Pariwisata RI, Menilik Strategi Sistem Informasi ala Jepang

Menanggapi dinamika pergerakan nilai tukar tersebut, analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya terkait prospek rupiah. Menurut Lukman, secara jangka pendek rupiah masih memiliki peluang yang cukup besar untuk bertahan di bawah level Rp18.500 per dolar AS. Ia menjelaskan bahwa tekanan yang dialami oleh rupiah belakangan ini sebagian besar masih bersumber dari faktor-faktor eksternal. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan tersebut meliputi fluktuasi harga minyak dunia serta arah prospek kebijakan suku bunga acuan dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

Lebih lanjut, Lukman Leong menyoroti bahwa sejumlah perkembangan terakhir di tingkat global turut memengaruhi dinamika pasar. Ia mencatat bahwa rilis data ekonomi Amerika Serikat yang terbaru menunjukkan hasil yang sangat negatif bagi pergerakan dolar AS. Kondisi data ekonomi Amerika Serikat yang negatif bagi dolar AS ini menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan dalam melihat arah pergerakan nilai tukar ke depannya. Hal ini sejalan dengan penilaian bahwa tekanan terhadap rupiah selama ini lebih banyak didorong oleh faktor eksternal seperti prospek suku bunga The Fed dan harga minyak dunia.

Baca Juga

PT MRT Jakarta Hadapi Tantangan Teknis dan Administratif Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas

PT MRT Jakarta Hadapi Tantangan Teknis dan Administratif Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas

Di sisi lain, pengamat pasar uang Ariston Tjendra memberikan analisis bahwa peluang bagi rupiah untuk melemah hingga mencapai level Rp18.500 per dolar AS masih tetap terbuka. Menurut Ariston, kecepatan dari laju pelemahan rupiah tersebut akan sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah merespons berbagai program atau kebijakan yang saat ini tengah disorot secara tajam oleh pelaku pasar. Selain faktor domestik tersebut, perkembangan situasi konflik geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat (AS), juga menjadi variabel penentu yang sangat penting.

Ariston Tjendra menambahkan peringatan terkait dampak rambatan dari ketegangan geopolitik tersebut. Apabila konflik bersenjata memanas dan kembali memicu lonjakan harga energi secara masif, hal tersebut berpotensi besar memicu kenaikan inflasi global. Dalam skenario di mana inflasi dunia kembali melonjak, The Fed memiliki potensi untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama dari perkiraan awal. Situasi ini pada akhirnya dapat memperkuat posisi dolar AS, sekaligus memberikan tekanan tambahan yang berat terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pasar keuanganrupiahdolar asEkonomiThe Fed

Berita Terbaru Lainnya

Airbus A380 Emirates Mendarat Sekali di Bandara Soekarno-Hatta untuk Tur Pramusim Chelsea vs AC MilanPenerapan Sistem Tanam Padi Modern PM-AAS di Cirebon Targetkan Hasil 10 Ton per HektareTantangan Pemulihan Pariwisata RI, Menilik Strategi Sistem Informasi ala JepangPramono Anung Minta Mal di Jakarta Selatan Bongkar Pagar Tinggi, Pastikan Keamanan Ibu KotaMendagri Dorong Integrasi E-Government untuk Perkuat Akurasi Penyaluran BansosKasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan Diperiksa Bidpropam Terkait Pengawasan MelekatKebakaran Hebat Melanda Gedung Fasilitas Olahraga di Cinere Depok, 14 Mobil Golf HangusPT MRT Jakarta Hadapi Tantangan Teknis dan Administratif Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap