Berita Viral Terkini

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Malinau Libatkan 44 Gereja dalam Lomba Edukatif

Uria KilaPublished 26 Jul 2026 - 23.410 Reads
Bagikan WhatsAppX
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Malinau Libatkan 44 Gereja dalam Lomba Edukatif
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, berlangsung dengan penuh kemeriahan pada hari Sabtu. Bertempat di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, acara ini berhasil mengumpulkan sekitar seribu peserta. Kehadiran massa dalam jumlah besar tersebut dikoordinasikan oleh Persekutuan Anak Kristen Oikumene (PAKO) Malinau. Mereka yang memadati ruangan terdiri dari anak-anak, guru sekolah minggu, para pendamping, serta panitia penyelenggara. Seluruh elemen ini hadir mewakili 44 gereja yang tersebar di wilayah kabupaten tersebut untuk merayakan hari yang didedikasikan khusus bagi generasi penerus bangsa.

Banyaknya jumlah peserta yang terlibat menunjukkan tingginya antusiasme komunitas keagamaan setempat terhadap perkembangan anak. Ketua PAKO Kabupaten Malinau, Leliana Ade, merinci bahwa total kehadiran pada perayaan tahun ini mencapai angka 925 orang dari puluhan gereja. Menurut Leliana, besarnya tingkat partisipasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelayanan terhadap anak telah menjadi fokus dan perhatian bersama bagi seluruh gereja di Kabupaten Malinau. Untuk menyemarakkan suasana, pihak penyelenggara mengadakan serangkaian perlombaan edukatif yang disesuaikan dengan tingkatan usia peserta. Kompetisi tersebut mencakup lomba cerdas cermat Alkitab yang diikuti oleh 34 tim dari tingkat Sekolah Menengah Pertama. Selain itu, panitia juga menggelar lomba menggambar dan mewarnai yang melibatkan 55 peserta dari tingkat Sekolah Dasar, serta lomba gerak dan lagu yang diramaikan oleh 32 tim.

Also Read

Pemkot Palembang Bekali Pejabat Pengadaan untuk Cegah Sengketa Hukum Proyek

Pada perayaan tahun 2026 ini, penyelenggara mengusung tema utama bertajuk "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Tema tersebut tidak sekadar menjadi slogan perayaan, melainkan memiliki landasan spiritual yang diambil dari ayat Alkitab, tepatnya pada kitab Yeremia 29:11. Ayat ini digunakan sebagai pengingat bagi seluruh pihak bahwa setiap anak merupakan rancangan indah dari Tuhan yang memiliki masa depan penuh harapan. Leliana menjelaskan lebih lanjut bahwa upaya mengasihi, melindungi, dan membimbing anak-anak bukanlah tugas satu pihak saja. Tanggung jawab tersebut harus dipikul bersama oleh keluarga, gereja, sekolah, masyarakat luas, hingga pemerintah daerah. Tujuannya adalah memastikan anak-anak dapat bertumbuh menjadi generasi yang takut akan Tuhan sekaligus mampu membawa berkat bagi negara.

Lebih dari sekadar ajang unjuk bakat, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas Kristen setempat. Leliana menegaskan bahwa acara ini merupakan momentum penting untuk semakin mempererat persatuan antar-gereja di Malinau. Di samping itu, perayaan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan iman anak-anak dan melahirkan generasi yang senantiasa mengasihi Tuhan maupun sesama manusia. Keberhasilan PAKO dalam mewujudkan visi tersebut mendapat sorotan positif dari pimpinan daerah. Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, yang turut hadir secara langsung di lokasi acara, memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Ketua PAKO beserta seluruh jajaran panitia. Ia menyadari sepenuhnya bahwa mengoordinasikan puluhan organisasi keagamaan dengan jumlah peserta yang hampir menyentuh angka seribu orang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.

Also Read

Piala Presiden 2026 Libatkan Seratus UMKM Lokal untuk Angkat Ekonomi Masyarakat

Bupati Wempi secara terbuka memuji dedikasi pihak penyelenggara yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, hingga pengorbanan finansial demi memastikan kelancaran kegiatan tersebut. Rasa bangganya semakin bertambah ketika melihat langsung antusiasme dan wajah ceria anak-anak yang memenuhi Ruang Tebengang. Bagi Bupati Wempi, pemandangan ini membuktikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum krusial untuk memberikan porsi perhatian yang lebih besar kepada anak-anak. Merespons tema yang diusung oleh panitia, ia kembali mengingatkan bahwa tanggung jawab membesarkan anak berada di pundak semua elemen masyarakat, mulai dari orang tua, guru, gereja, hingga pemerintah. Sebagai penutup, ia menjabarkan empat hal penting yang wajib dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak, yaitu mendoakan, melindungi, mendidik, dan mencintai mereka dengan sepenuh hati.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca