Berita Viral Terkini
HomeHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Home/Nasional

Peringatan Hari Bhakti TNI AU 2026 dan Sejarah Perjuangan Udara 1947

Togar SiregarPublished 28 Jul 2026 - 16.05 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Peringatan Hari Bhakti TNI AU 2026 dan Sejarah Perjuangan Udara 1947
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Masyarakat Indonesia akan kembali memperingati Hari Bhakti Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Peringatan tahunan ini tidak sekadar menjadi rutinitas kalender, melainkan momen penting untuk mengingat kembali heroisme para pendahulu dalam mempertahankan kedaulatan negara. Di era modern, keterlibatan publik dalam perayaan tersebut semakin menguat melalui gerakan visual kolektif di berbagai platform media sosial. Penggunaan bingkai foto digital atau twibbon menjadi salah satu medium utama bagi masyarakat untuk menyemarakkan hari bersejarah ini secara daring.

Sejarah panjang Hari Bhakti TNI AU berakar dari peristiwa Agresi Militer Belanda I yang dilancarkan pada 21 Juli 1947. Serangan militer ini merupakan bentuk pelanggaran nyata pihak Belanda terhadap perjanjian Linggarjati yang sebelumnya telah disepakati bersama pemerintah Republik Indonesia. Dalam operasinya, pasukan Belanda menargetkan Pangkalan Udara Maguwo di Yogyakarta, yang pada masa itu dianggap sebagai pusat kekuatan udara Indonesia. Namun, rencana utama tersebut mengalami kegagalan akibat kondisi cuaca buruk yang menghalangi pandangan dan manuver udara.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Menghadapi kendala cuaca di Yogyakarta, pihak Belanda kemudian mengalihkan gempuran ke sejumlah pangkalan udara lain di berbagai wilayah. Serangan tersebut diarahkan secara beruntun ke Pangkalan Udara Panasan di Solo, Maospati di Madiun, Bugis di Malang, dan Pandanwangi di Lumajang. Tidak berhenti di situ, agresi juga meluas dengan menyasar Pangkalan Udara Gorda di Banten, Kalijati di Subang, hingga Cibeureum di Tasikmalaya. Rangkaian gempuran sepihak ini memicu kemarahan besar di kalangan petinggi TNI AU.

Also Read

Badan Gizi Nasional Larang Dapur Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi

Badan Gizi Nasional Larang Dapur Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi

Sebagai respons atas tindakan agresif Belanda, TNI AU segera menyusun rencana operasi udara balasan. Empat orang kadet penerbang, yakni Suharnoko Harbani, Sutardjo Sigit, Mulyono, dan Bambang Saptoadji, ditugaskan untuk menyerang kedudukan militer Belanda. Pada dini hari tanggal 29 Juli 1947, keempat kadet tersebut lepas landas dan berhasil melakukan pengeboman di tiga kota berbeda. Operasi udara ini berjalan sukses, di mana ketiga pesawat yang diterbangkan oleh para kadet beserta seluruh teknisi mampu mendarat kembali dengan selamat di Pangkalan Udara Maguwo sebelum pukul 06.00 pagi.

Sayangnya, keberhasilan operasi pada pagi hari itu disusul oleh sebuah tragedi memilukan pada sore harinya. Militer Belanda melancarkan serangan balasan yang menyasar pesawat Dakota VT-CLA saat hendak mendarat di Pangkalan Udara Maguwo. Pesawat tersebut merupakan armada carteran Indonesia yang disewa dari seorang warga negara India bernama Bijoyanda Patnai. Insiden penembakan ini mengakibatkan jatuhnya pesawat dan menewaskan tiga perintis sekaligus pelopor TNI AU, yaitu Komodor Muda Udara Adisucipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, serta Opsir Muda Udara Adisumarmo.

Also Read

Badan Gizi Nasional Berhentikan Ratusan Pegawai Akibat Judi Online dan Penyalahgunaan Dana

Badan Gizi Nasional Berhentikan Ratusan Pegawai Akibat Judi Online dan Penyalahgunaan Dana

Peristiwa berdarah pada 29 Juli 1947 tersebut meninggalkan duka mendalam bagi militer dan rakyat Indonesia. Pada tahun 1955, hari jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA secara resmi ditetapkan sebagai Hari Berkabung TNI AU. Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada 1962, peringatan tersebut diubah namanya menjadi Hari Bakti TNI AU. Untuk menghormati pengorbanan para pahlawan yang gugur, pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Kasau Nomor: Skep/78/VII/2000 tertanggal 17 Juli 2000, yang meresmikan lokasi jatuhnya pesawat di Desa Ngoto sebagai Monumen Perjuangan TNI AU.

Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, masyarakat pada tahun 2026 dapat berpartisipasi dengan membagikan ucapan selamat yang memuat semangat patriotisme. Selain itu, publik bisa menggunakan platform gratis seperti Twibbonize untuk membuat bingkai foto bertema Hari Bhakti TNI AU. Melalui aplikasi ini, pengguna bebas menambahkan foto pribadi, menempelkan ornamen, hingga memilih jenis huruf yang disukai. Hasil karya visual tersebut kemudian dapat diunggah dan dipakai di berbagai platform media sosial seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok guna memperkuat rasa penghormatan kolektif.

Follow Berita Viral Terkini

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

tni auHari Bhakti TNI AUSejarah IndonesiaAgresi Militer Belanda29 Juli

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Melemah ke Level 6.177 pada Awal Perdagangan SelasaBadan Gizi Nasional Larang Dapur Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang BersubsidiPemerintah Belum Ajukan Calon Pengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank IndonesiaBTN dan BSN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional hingga Pertengahan 2026Shopee Luncurkan Layanan Belanja Instan Satu Jam untuk Dukung Gaya Hidup CepatDPRD Banten Desak Dindikbud Cari Solusi Usai Tujuh SMA Swasta Mundur dari Program Sekolah GratisKemensos Tawarkan Sekolah Rakyat bagi Anak Korban Pengeroyokan di BaliKPAI Desak Perlindungan Anak Korban Pengeroyokan Kasus Pencurian di Tabanan

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap