Bagaimana sebenarnya perkembangan riil dari proyek raksasa baterai kendaraan listrik yang digadang-gadang bakal memosisikan Indonesia sebagai pemain kunci di Asia Tenggara? Pertanyaan ini kerap muncul seiring dengan berbagai komitmen pendanaan yang telah diumumkan pemerintah. Salah satu jangkar utamanya adalah investasi ekosistem baterai ev lg energy solution di karawang melalui kemitraan strategis yang kini sudah menunjukkan wujud fisik fasilitas produksinya di Jawa Barat.
Proyek ini berjalan di bawah bendera PT HLI Green Power, yang merupakan entitas joint venture antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution. Nilai investasi ekosistem baterai ev lg energy solution di karawang untuk fasilitas produksi PT HLI Green Power ini mencapai angka yang sangat signifikan, yaitu sebesar US$ 1,2 miliar. Dengan kapasitas produksi terpasang mencapai 10 GWh per tahun, pabrik ini dirancang untuk mampu memenuhi kebutuhan pasokan baterai setara dengan 150.000 unit kendaraan listrik (EV) setiap tahunnya. Perkembangan proyek ini mendapat perhatian serius dari pemerintah, terbukti dengan kunjungan kerja dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang meninjau langsung fasilitas tersebut pada Kamis (13/11). Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, hadir langsung dan disambut oleh Chief Executive Officer HLI Green Power, Hong Ki Chul.
Waskita Karya Percepat Restrukturisasi dan Perkuat Fokus Bisnis Jalan Tol

Selain konsorsium asal Korea Selatan tersebut, ekosistem baterai di Karawang juga diperkuat oleh kehadiran PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Perusahaan ini merupakan joint venture antara Holding Industri Pertambangan MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) atau IBC, dengan konsorsium CBL (Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, Lygend). PT CATIB tengah menggarap pabrik baterai dengan kapasitas 6,9 GWh yang ditargetkan rampung pada kuartal III 2026. Nilai investasi pabrik ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 7 triliun. Director of Corporate Public Affairs PT CATIB, Bayu Hermawan, mengonfirmasi bahwa per Januari 2026, pembangunan infrastruktur dasar seperti pengecoran lantai (concrete flooring), dinding, hingga atap pabrik telah selesai dikerjakan.
Keberadaan proyek-proyek ini juga diharapkan membawa dampak sosial ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Proyek pabrik PT CATIB, misalnya, diestimasikan bakal menyerap kurang lebih hingga 3.000 pekerjaan. Sebagai bagian dari persiapan transfer teknologi, perusahaan telah mengirimkan para pekerja dan karyawan ke China untuk menjalani pelatihan intensif selama kurang lebih 6 bulan. Langkah ini krusial agar tenaga kerja lokal siap mengoperasikan teknologi canggih saat pabrik mulai beroperasi penuh nantinya.
Tarif PPN Resmi Naik Menjadi 12 Persen Mulai 1 Januari 2025

Upaya penguatan industri nasional melalui ekosistem baterai ini terus dipantau oleh legislatif. Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, bersama jajarannya sempat melakukan peninjauan untuk memastikan kesiapan industri ini. Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menegaskan komitmen IBC sebagai anggota Grup MIND ID dalam mengawal proyek strategis ini. Fasilitas produksi baterai di Karawang tersebut secara umum ditargetkan untuk memulai operasional komersialnya pada awal kuartal tiga tahun ini. Meskipun target operasional telah ditetapkan, kepastian realisasi penuh masih bergantung pada kelancaran rantai pasok global dan penyelesaian tahap akhir pengujian mesin produksi.






