PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus berupaya mempercepat langkah transformasi perusahaan serta menjalankan program restrukturisasi secara menyeluruh. Langkah strategis ini dilakukan sejalan dengan koordinasi bersama BP BUMN dan Danantara demi mendorong pemulihan kinerja perseroan. Percepatan transformasi dan restrukturisasi ini semakin dipertegas menyusul langkah Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, yang menggelar rapat bersama dengan jajaran Direksi dari seluruh BUMN Karya. Pertemuan tersebut memberikan arah kebijakan yang jelas bagi proses penyehatan keuangan dan operasional Waskita Karya ke depan.
Dari sisi keuangan, kemajuan penting dicapai melalui implementasi skema Master Restructuring Agreement (MRA) serta perubahan atas fasilitas Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP). Skema restrukturisasi melalui MRA dan KMKP ini dinyatakan telah berlaku efektif sejak bulan Oktober 2024. Adapun total nilai outstanding dari proses restrukturisasi MRA dan KMKP tersebut mencapai jumlah yang cukup besar, yaitu senilai Rp 31,65 triliun. Di samping itu, Waskita Karya juga melakukan restrukturisasi pada instrumen obligasi yang diterbitkannya. Perseroan berhasil merestrukturisasi 3 dari 4 seri obligasi Non-Penjaminan dengan total nilai mencapai Rp 3,35 triliun. Restrukturisasi untuk seri obligasi non-penjaminan ini telah mendapatkan persetujuan dan resmi berlaku efektif sejak bulan Maret 2024.
Tarif PPN Resmi Naik Menjadi 12 Persen Mulai 1 Januari 2025

Selain melakukan penataan ulang pada struktur keuangan, arah kebijakan restrukturisasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk juga difokuskan pada penajaman lini bisnis utamanya. Salah satu arah utama dari restrukturisasi ini adalah memperkuat fokus bisnis perseroan pada sektor jalan tol. Terkait dengan arah baru ini, Dony Oskaria menyampaikan pernyataan strategis mengenai posisi masa depan perseroan. Dony Oskaria menyatakan bahwa Waskita Karya akan diarahkan untuk menjadi perusahaan jalan tol kedua setelah Jasa Marga. Fokus bisnis yang lebih tajam ini diharapkan dapat memperkuat posisi pasar perseroan serta memberikan landasan bisnis yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Meskipun tengah berada dalam proses restrukturisasi dan penataan organisasi yang intensif, kinerja operasional PT Waskita Karya (Persero) Tbk tetap menunjukkan aktivitas yang produktif. Hal ini terlihat dari keberhasilan perseroan dalam mengamankan portofolio pengerjaan proyek baru. Sepanjang tahun 2025, Waskita Karya berhasil mencatatkan perolehan nilai kontrak baru yang mencapai Rp 12,52 triliun. Capaian nilai kontrak baru ini menunjukkan bahwa perseroan tetap dipercaya untuk menggarap berbagai proyek pembangunan infrastruktur penting.
Rencana Perpanjangan Kereta Cepat ke Surabaya Menanti Hasil Restrukturisasi Keuangan

Saat ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk tengah aktif menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur strategis. Salah satu proyek jalan tol yang sedang digarap oleh perseroan adalah pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen seksi 3, dengan nilai proyek mencapai Rp 2,1 triliun. Selain proyek jalan tol tersebut, Waskita Karya juga sedang mempercepat proses konstruksi proyek LRT Jakarta Fase 1B agar dapat segera beroperasi pada bulan Agustus mendatang. Tidak hanya berfokus pada proyek-proyek di dalam negeri, PT Waskita Karya (Persero) Tbk juga memastikan langkahnya untuk terus melakukan ekspansi pengerjaan proyek ke wilayah Arab Saudi. Melalui berbagai pengerjaan proyek ini, perseroan berkomitmen menjaga kinerja operasionalnya tetap berjalan optimal beriringan dengan proses restrukturisasi yang sedang ditempuh.






