Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap 1 sepanjang 49,68 kilometer terus menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Pembangunan infrastruktur konektivitas darat yang dikerjakan oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) ini dirancang khusus untuk melengkapi jaringan jalan tol dari Jakarta hingga menyentuh ujung timur Pulau Jawa. Kehadiran jalan bebas hambatan ini nantinya akan menjadi akses darat utama yang krusial menuju Pulau Bali. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menuntaskan pembangunan proyek ini dengan selalu mengedepankan aspek kualitas, keselamatan, dan tata kelola yang baik di setiap tahapan konstruksi.
Saat ini, fokus pengerjaan proyek jalan tol tersebut diprioritaskan pada Tahap I yang mencakup Ruas Gending-Besuki dengan total panjang mencapai 49,68 kilometer. Berdasarkan data perkembangan proyek per Juli 2026, pengerjaan fisik untuk beberapa bagian jalan tol ini telah rampung sepenuhnya. Seksi 1 yang menghubungkan wilayah Gending dan Kraksaan dengan panjang 12,88 kilometer, serta Seksi 2 yang membentang dari Kraksaan menuju Paiton dengan panjang 11,20 kilometer, dilaporkan telah mencapai 100 persen penyelesaian untuk konstruksi fisik. Kedua ruas jalan tol tersebut juga telah resmi mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO), yang menjadi penanda bahwa jalan tersebut telah memenuhi standar teknis yang disyaratkan.
Sementara itu, progres pembangunan pada Seksi 3 yang menghubungkan wilayah Paiton dengan Besuki sepanjang 25,60 kilometer juga terus dikebut penyelesaiannya. Seluruh pekerjaan jalan utama pada seksi ini tercatat telah selesai 100 persen sejak bulan April 2026 yang lalu. Saat ini, Seksi 3 sedang berada dalam tahap akhir pengujian, yakni Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO). Pengujian ini merupakan prosedur wajib yang harus dilalui guna memastikan seluruh aspek teknis, kelancaran, dan keamanan lalu lintas dapat terpenuhi secara optimal sebelum jalan tol tersebut benar-benar dibuka untuk mobilitas masyarakat umum.
Hari Ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Lagi Terlihat

Selain mencatatkan kemajuan pembangunan fisik yang terukur dan sesuai target, pengerjaan proyek jalan tol di kawasan Jawa Timur ini juga menorehkan prestasi yang gemilang dalam hal keselamatan kerja. Seluruh paket pekerjaan konstruksi yang tergabung pada pembangunan Tahap I ini berhasil diselesaikan dengan mencatatkan nihil kecelakaan kerja atau zero accident. Pencapaian ini membuktikan komitmen pelaksana proyek terhadap standar keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi. Tidak hanya itu, proyek infrastruktur skala besar ini juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi warga lokal. Tercatat, proyek Prosiwangi telah menyerap lebih dari 1.300 tenaga kerja lokal yang berasal dari wilayah Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Apabila seluruh ruas pada Tahap 1 ini telah beroperasi secara penuh, jalan tol tersebut diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan darat antara Probolinggo dan Besuki secara drastis, yakni menjadi hanya 1 jam 15 menit. Peningkatan efisiensi waktu tempuh ini diyakini akan menciptakan efek ganda bagi laju perekonomian daerah di sekitarnya. Kehadiran infrastruktur jalan tol ini secara spesifik dirancang untuk mempermudah dan memperlancar rantai pasok logistik, terutama untuk kendaraan angkutan barang yang mengarah ke kawasan industri Paiton serta menuju Pelabuhan Ketapang, yang selama ini menjadi gerbang utama penyeberangan jalur laut antara Pulau Jawa dan Pulau Bali.
Bahlil Buka Suara soal Penyebab Antrean BBM Subsidi di SPBU Makassar

Lebih lanjut, penyelesaian Jalan Tol Prosiwangi Tahap 1 ini diharapkan mampu mendongkrak potensi pariwisata unggulan yang tersebar di wilayah Tapal Kuda. Konektivitas lalu lintas yang semakin lancar dan terintegrasi akan memudahkan akses bagi para wisatawan untuk mengeksplorasi berbagai destinasi wisata menarik di ujung timur Pulau Jawa. Selain memberikan dorongan pada sektor pariwisata daerah, keberadaan jalan bebas hambatan ini juga diproyeksikan dapat membuka ruang usaha baru serta meningkatkan taraf ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat seiring dengan meningkatnya volume kendaraan dan pergerakan roda ekonomi di kawasan tersebut.






